Penulis: Jusarman
TVRINews, Seluma
Jelang Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriyah, berbagai persiapan mulai dilakukan masyarakat, salah satunya tradisi ngidak gelamai atau memasak dodol. Ini merupakan tradisi masyarakat di Kabupaten Seluma.
Tradisi memasak dodol atau ngidak gelamai ini sudah ada dari zaman nenek moyang masyarakat Seluman, namun tradisi ini sempat hilang beberapa waktu.
Tradisi ngidak gelamai belakangan ini mulai ditinggalkan karena sudah banyaknya sajian aneka kue siap saji di tengah masyarakat.
"Ini merupakan tradisi nenek moyang kami, khususnya di Seluma, meskipun sempat ditinggalkan masyarakat. Namun kini kami bertekad tradisi ini harus tetap dan kami akan gaungkan kembali," ujar Wakil Bupati Seluma, Gustianto kepada TVRINews, Rabu (27/4/2022).
Zailan Murdin, salah seorang masyarakat menyebut tradisi ini layak dilestarikan, karena ada pesan penting yang diambil dari tradisi ini, yakni kebersamaan, karena ngidak gelamai ini membutuhkan waktu yang lama.
"Alhamdulillah tradisi ini kembali dilakukan dan saya harap, kedepan masyarakat Kabupaten Seluma terus mempertahankan ini," ucap Zailan.
Untuk menghidupkan kembali tradisi ngidak gelamai, Pemda Seluma memasak ratusan kilogram gelamai dan akan dibagikan kepada masyarakat.
Adapun bahan baku pembuatan gelamai ini terdiri dari santan kelapa, gula merah, tepung ketan, dan bawang merah.
Seluruh bahan dihancurkan dan dimasak dengan api besar. Saat dimasak, harus diaduk hingga 8 jam agar menghasilkan gelamai siap disajikan.
Editor: Redaktur TVRINews
