
Jika talempong biasanya dimainkan oleh tangan terampil manusia, tapi tidak demikian dengan karya anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 Padang Panjang yang mengikuti ekskul robotik.
Penulis: Ericka Yulidra Marta
TVRINews, Padang Panjang
Jika talempong biasanya dimainkan oleh tangan terampil manusia, tapi tidak demikian dengan karya anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 Padang Panjang yang mengikuti ekskul robotik.
Alat musik tradisional Minangkabau ini dimainkan secara otomatis lewat penggabungan perangkat lunak dan perangkat keras yang diberi nama robot talempong.
Ide pembuatan robot talempong yang menggabungkan alat musik tradisional dengan teknologi ini digagas oleh empat siswa.
Idenya berawal dari melihat robot yang lebih dominan untuk meringankan pekerjaan.
Alasan pembuatan robot talempong ini untuk melestarikan alat musik minang apalagi jarang sekali ada penggabungan alat seni minang digabungkan dengan teknologi.
Bagi mereka, talempong lebih mudah diaplikasikan ke teknologi karena cara kerjanya yang hanya memukul.
Salah seorang siswa Ahyana Zikra Maharani mengatakan dengan dibantu guru pembimbing dibutuhkan waktu selama tiga bulan untuk membuat robot ini.
Bahan- bahan yang digunakan membuat robot talempong juga cukup sederhana dan banyak memanfaatkan barang yang ada di sekitar sekolah kecuali komponen elektronika.
Ke depan akan dirancang lagi robot untuk bisa memainkan alat musik tradisional Minangkabau lainnya.
Editor: Desi Krida
