
Hari Pasar Modal Nasional, Ini Cara Menghitung Investasi di Pasar Modal
Reporter: Naufal Lanten
TVRINews, Jakarta
Hari pasar modal Indonesia jatuh pada tanggal 3 Juni bertepatan dibukanya kembali Bursa Efek Indonesia oleh Presiden Sukarno.
“Tepat pada tanggal 3 Juni 1952, Bursa Efek Indonesia dibuka kembali untuk pertama kalinya setelah kemerdekaan Republik Indonesia pada pemerintahan Presiden Soekarno,” tulis akun resmi @sikapiuangmu yang dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kamis (3/6/2021).
Pasar modal merupakan sarana bertemunya perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah) yang membutuhkan dana dari masyarakat untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, dengan masyarakat yang hendak menginvestasikan dana mereka.
Salah satu produk pasar modal yang paling familiar di telinga masyarakat adalah saham. Saat memutuskan berinvestasi di saham, ada dua sumber keuntungan yang bisa didapatkan.
Saham secara sederhana merupakan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saham merupakan salah satu produk pasar modal yang dapat menjadi alternatif pilihan sebagai instrumen investasi untuk jangka panjang.
Perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat atau emiten. Dengan membeli saham suatu perusahaan, maka Sobat sudah menjadi bagian dari salah satu pemilik perusahaan tersebut.
Saham dibeli dalam satuan yang disebut dengan lot. Satu lot saham sama dengan 100 lembar saham. Saat membeli 1 lot saham, pembeli memiliki 100 lembar saham. Pembeli juga bisa menjual saham dan membeli saham milik orang.
Berinvestasi saham tentu memiliki potensi memberikan keuntungan para investor. Terdapat dua sumber keuntungan saat berinvestasi saham, yaitu capital gain dan dividen.
Capital Gain
Capital gain adalah selisih harga beli dan harga jual saham. Keuntungan akan didapat jika bertransaksi jual beli saham saat kondisi harga beli lebih rendah dengan harga dijual.
Sebagai contoh, jika membeli suatu saham perusahaan, pada harga Rp2 ribu sebanyak 5 lot. Jika dihitung dengan membeli satu lot sama dengan Rp2 ribu dikalikan 100 lembar, hasilnya Rp200 ribu. Maka harga beli 5 lot sama dengan Rp200 ribu dikalikan lima, sama dengan Rp1 juta. Jadi, harga beli saham di perusahaan tersebut sebesar Rp1 juta.
Setelah satu bulan membeli maka seluruh saham tersebut dapat dijual pada harga Rp2.200.
Jika dihitung, harga jual satu lot sama dengan Rp2.200 dikali 100 sama dengan Rp220 ribu. Maka harga jual 5 lot sama dengan Rp220 ribu dikalikan 5 sama dengan Rp1.100.000.
Sedangkan hitungan capital gain Rp1.100.000 dikurangi modal beli sebesar Rp1 juta sama dengan Rp100 ribu.
Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan (capital gain) saat menjual saham perusahaan tersebut Rp 100.000 atau 10 persen dari modal awal yang dikeluarkan untuk membelinya.
Namun di sisi lain, berinvestasi saham juga memiliki risiko capital loss yang merupakan kebalikan dari capital gain.
Capital loss adalah kerugian yang terjadi ketika menjual saham pada saat harganya turun atau harga jual lebih rendah dibandingkan harga ketika dibeli.
Oleh karena itu, dibutuhkan kehati-hatian dan kejelian saat betransaksi saham sehingga berinvestasi pada saham kurang cocok jika dilakukan oleh investor pemula terutama yang memiliki profil risiko risk averse (menghindari risiko/konservatif).
Dividen
Dividen adalah pendapatan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham secara regular. Keuntungan ini akan didapat jika menyimpan saham dalam jangka waktu yang lama (tidak diperjual-belikan) atau memiliki saham sebelum cum date.
Cum date singkatan cumulative date merupakan tanggal penentuan bagi para investor yang berhak mendapatkan dividen dari perusahaan tertentu karena memiliki saham tersebut. Pembagian dividen perusahaan berbeda-beda yaitu dapat dilakukan setiap 1 tahun sekali, 1 tahun 2 kali, atau dalam jangka waktu tertentu sesuai kebijakan perusahaan.
Editor: Admin
