Penulis: Yudi Irawan
TVRINews, Kab.Tasikmalaya
Kabupaten Tasikmalaya berhasil menjadi salah satu dari tiga wilayah di Indonesia yang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengikuti expo padi organik di tiga negara, yakni Spanyol, Belanda dan Turki.
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, kegiatan expo padi organik tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 1 November 2022 di Turki selama satu minggu, kemudian dilanjutkan di Belanda selama lima hari, dan lima hari di Barcelona, Spanyol.
"Jadi nanti kami sudah membuat e-katalog, bahwa padi organik itu asalnya dari Kabupaten Tasikmalaya. Lahan padi organiknya ada di Kecamatan Cisayong, ada Gapoktan Simpatik. Kemudian di Kecamatan Pagerageung dan Sukahening. Mudah-mudahan kedepannya bisa dikembangkan padi organik di wilayah Cipatujah," kata Nuraedidin kepada wartawan, Senin (24/10/2022).
Nuraedidin menyebutkan, saat ini hampir 5 ribu hektar lahan padi organik di cetak di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Rata-rata beras organik yang dihasilkan per hektar mencapai sampai enam ton dalam satu kali panen.
"Padi organik itu panen dalam satu tahun bisa sampai tiga kali. Sementara untuk jumlah petani yang bergelut dalam pengelolaan padi organik di Kabupaten Tasikmalaya baru 20 persen," ujar Nuraedidin.
Sementara itu, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto memberikan apresiasi atas terpilihnya Kabupaten Tasikmalaya mengikuti ekspor padi organik. Adapun terkait padi unggulan atau organik di Kabupaten Tasikmalaya, menurut Ade sebetulnya sudah dimulai pada tahun 2.000-an, dimulai dengan sistem rice intensification (SRI) yang kemudian berkembang sampai sekarang.
"Dan Alhamdulillah selain hasil produksi dan kualitas nya cukup juga jumlahnya banyak. Sehingga kita dapat mewakili salah satu kabupaten diantara yang ditunjuk daerah pusat padi organik," tutur Ade.










