
Gandeng Jasa Marga, Jamban Jadi Solusi Akses Sanitasi Berkualitas untuk Masyarakat
Penulis: Eggi Paksha
TVRINews, Jakarta
Aplikasi Jamban.id- PT Jawara Bersih Nusantara- hadir mendorong masyarakat memiliki gaya hidup sehat dengan programkan fasilitas MCK atau mandi cuci kakus yang berstandar internasional. Sehingga membuat penggunanya merasa nyaman, aman, dan merubah perilaku menjadi lebih baik.
Selain itu, diharapkan masyarakat sadar dan lebih mawas diri akan kesehatan pribadi dan orang lain. Terlebih, mencegah penyebaran pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Tidak main-main, lokasi yang dipilih telah melalui tahapan yang perlu dilakukan seperti survey lokasi serta desain yang menarik dan mudah dijangkau.
“Jamban dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kekinian yang sangat teliti akan kebersihan. Bahkan riset kami untuk urusan BAK & BAB saja tidak mudah. Karena kebersihan dan kenyamanan tempat memberikan pengaruh dalam prosesnya. Ditambah lagi kami berusaha memberikan jaminan kebersihan sehingga diharapkan tidak menjadi sarang dan penyebaran berbagai potensi penyakit," terang CEO sekaligus Co Founder Jamban.id Rudy Wahyu Perdana kepada para wartawan di Rest Area KM 88 B Ruas Cipularang, Jumat (9/4/2021) siang.
"Ini sangatlah penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, karena diawali dengan hidup sehat dan menjaga kebersihan adalah kunci untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Area yang disediakan cukup luas, di dalamnya juga terdapat fasilitas shower dengan air hangat dan fasilitas penunjang lainnya," sambung lulusan Magister Kedokteran Kerja UI dan MBA SBM ITB tersebut.
Dilanjutkannya, aplikasi tersebut sangat membantu menjaga kenyamanan pengguna tol dalam perjalanan ke lokasi tujuan. Pasalnya, tempat mandi dan toilet merupakan tempat yang erat hubungannya dengan kesehatan manusia. Setiap orang melakukan aktivitas kebersihan dan pembuangannya di dalam kamar mandi setiap hari. Apalagi orang di negara tropis seperti Indonesia, rata-rata menggunakan fasilitas toilet hingga enam hingga delapan kali setiap harinya.
“Jamban atau kami ingin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan akses yang bersih dan baik. Saat ini sudah banyak masyarakat yang aware dengan teknologi khususnya milenial dan generasi Z, yang dengan mudah dapat mengakses Jamban dengan gadget yang mereka gunakan,” sambung sosok kelahiran Bojonegoro ini.
Kini mereka memantapkan langkah berkolaborasi dengan sektor pemerintahan, institusi pendidikan dan beberapa perusahaan serta komunitas terkait. Di tahun 2021 ini, Rudy dan kawan-kawan menargetkan hadir di sejumlah area publik, rest area dan tempat wisata. Sehingga ke depan akan bisa menyediakan banyak titik fasilitas sanitasi yang dikelola Jamban di Indonesia.
Diterangkannya lagi, model bisnis yang dijalankan Jamban selama ini dalam bentuk business to business to consumer (B2B2C), dimana dapat digunakan oleh konsumen baik perorangan maupun perusahaan. “Kami mengintegrasikan fitur-fitur terbaik dari startup-startup di dunia yang bergerak di bidang sanitasi dalam satu platform yang saling terintegrasi secara realtime. Sehingga apa yang kami lakukan saat ini bisa dibilang hal inilah yang membedakan dan menjadi keunggulan startup kami dari usaha sejenisnya,” tuturnya.
“Kami me-monetize dengan berbagai revenue stream, mulai dari ticketing biaya masuk fasilitas toilet, biaya langganan sistem monitoring, vending machine dan spot iklan di titik toilet, sehingga diharapkan usaha yang kami lakukan dapat berkelanjutan dan terjaga kualitasnya ” katanya lagi.
Dia juga menekankan ada hal yang lebih penting ketika dibandingkan dengan keuntungan material yang didapat dari usaha rintisan ini. Hadirnya Jamban selain dapat mempermudah masayarakat untuk mendapatkan akses toilet yang bersih dan baik, juga turut ikut serta dalam menjaga kesehatan bagi lingkungan sekitar.
“Kesadaran masyarakat tentang sanitasi ditambah dengan pandemi yang terjadi saat ini harus dibangun. Kalau jambannya kotor dan tidak terawat dengan baik, maka dapat menjadi sumber potensi untuk terjadinya penyebaran Covid-19 yang dapat menyebar dalam bentuk aerosol di area toilet" tuturnya.
"Kami menerapkan standar kebersihan internasional dan mengadopsi layanan berbasis teknologi terkini. Sistem pembayaran kami cashless dan touchless per akses melalui pembelian koin di aplikasi Jamban. Bagi pengguna letak jamban dapat dilacak dengan mudah keberadaannya lewat aplikasi. Juga bisa mengetahui review tentang fasilitas yang disediakan jamban, serta memberikan penilaian kualitasnya sebagai masukan bagi pengelola dan petugas kebersihan di toilet secara real time," katanya.
Masih menurut Rudy, pendekatan sosial dengan cara merangkul berbagai komunitas serta melakukan kegiatan kolaborasi merupakan cara yang biasa dilakukan oleh tim di Jamban agar usaha semakin dikenal luas. Jamban hadir dalam usahanya untuk memberikan kemudahan akses sanitasi yang baik ke masyarakat luas. Sanitasi yang baik penting untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, dari sektor pemerintahan dan perusahaan sudah semakin banyak yang tertarik untuk mengajak berkolaborasi dengan Jamban untuk meningkatkan kualitas layanan sanitasi di Indonesia,” tutup penghobi travel dan masak tersebut.
Sementara itu, pengelolaan seadanya selama ini di beberapa toilet yang ada memang butuh pembenahan menyeluruh agar sesuai standar yang diharapkan. Tidak sedikit traveler yang batal menggunakan toilet, karena tidak memenuhi standar mereka dan ini tentu saja mengganggu kenyamanan traveler dalam perjalanan.
Kehadiran Jamban sangat diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol. Untuk itu PT Jasamarga Related Business (JMRB) dan Jamban sepakat meresmikan tempat mandi berbasis teknologi terkini yang diberi nama “Travoy Rilex!" di Rest Area KM 88 B Ruas Cipularang, sebagai langkah awal dari kerjasama jangka panjang mengoptimalkan fasilitas sanitasi di seluruh rest area yang dikelola oleh Jasa Marga Related Business di Indonesia.
Direktur Bisnis Komersial PT JMRB Imad Zaky Mubarak menjelaskan tempat ini terintegrasi dengan platform aplikasi dan sistem monitoring yang dikembangkan Jamban. Dengan begitu, Imad menjelaskan, Travoy Rilex! dapat mengakomodir kebutuhan pengguna jalan tol untuk menyegarkan tubuh sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Kehadiran Travoy Rilex! yang berbasis teknologi ini membawa semangat transformasi digital bagi PT JMRB, khususnya di tubuh Jasa Marga Group. Kami mencoba mengolaborasikan antara kebutuhan pengguna jalan tol dengan teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan startup Nantinya Travoy Rilex! tidak hanya dapat ditemui di Rest Area KM 88 B Ruas Cipularang, melainkan di seluruh rest area yang dikelola oleh PT JMRB di seluruh Indonesia,” kata Imad.
Lebih jauh Imad juga menjelaskan, selama ini fasilitas tempat mandi belum tersedia di rest area. Sebab, pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) rest area yang mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) hanya mengatur ketersediaan toilet.
“Ketersediaan tempat mandi membuka peluang bagi kami, untuk mengembangkan rest area dari sekadar tempat beristirahat, menjadi destinasi wisata yang dilengkapi dengan fasilitas inap. Hal ini juga tertuang pada Peraturan Menteri PUPR tentang TIP,” pungkasnya.
Editor: Eggi Paksha
Editor: Admin
