Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Bengkayang
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan untuk mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Salah satunya dengan pengembangan sarana dan prasarana penunjang Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan pembangunan PLBN tidak hanya bertujuan sebagai pos lintas batas negara. Namun juga akan didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga, kehadiran PLBN akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.
“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan," kata Basuki.
Diketahui dalam satu pekan, jumlah pelintas yang melintasi PLBN Jagoi Babang ini mencapai 100-150 orang.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BBPW) Kalimantan Barat, Deva Kurniawan Rahmadi mengatakan kehadiran PLBN Terpadu Jagoi Babang ini memiliki nilai strategis bagi Indonesia.
“PLBN Terpadu Jagoi Babang ini merupakan beranda terdepan Indonesia, karena hanya berjarak sekitar 60 km dengan Ibukota Negara Bagian Sarawak, Malaysia Timur, yang dapat ditempuh hanya dengan 1,5 jam perjalanan,” ujar Deva.
Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan tiga PLBN Terpadu lainnya di Kalimantan Barat, yakni PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, dan terakhir PLBN Badau di Kabupaten Kapuas Hulu.










