Penulis: Christin Sipahelut
TVRINews, Kepulauan Sula
Setiap daerah di indonesia memiliki adat istiadatnya masing-masing, namun seiring dengan perkembangan zaman, tak jarang kearifan lokal itu kini mulai punah ditelan perubahan zaman yang begitu pesat.
Berbeda dengan masyarakat di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, masyarakat disini hingga kini masih mempertahankan adat mereka.
Salah satunya tradisi adat menyambut tamu yang datang, yaitu Bakayab Hai yang berarti menginjakan kaki. Seperti saat kedatangan tim tvrinews.com di Desa Pohea.
Baca Juga: Pertama di Sulawesi Selatan, RPH Rumansia Gowa Terapkan Teknologi Mutakhir
Masyarakat di desa ini menyambut dengan tarian Cakalele, selanjutnya Bakayab Hai yaitu menginjakkan kaki di tempat tanah yang sudah disiapkan kemudian disiram sedikit air.
Kepala Desa Pohea Rudi Duwila menjelaskan, adat ini telah turun temurun dilakukan setiap menyambut tamu yang datang di kampung mereka.
“Kami selaku pemerintah desa dan warga masyarakat Pohea kami sangat merindukan dengan salah satu stasiun TV nasional, sehingga dengan kunjungan tvrinews di desa Pohea, kami pemerintah desa bersama masyarakat menyambut kedatang dengan berbagai kegiatan yaitu adat cakalele dan adat Bakayab Hai pada saat penjemputan,” kata Rudi Duwila.
Baca Juga: Tekan Inflasi, Hamengku Buwono X Rubah Strategi untuk Sasar Pasar Kecil
Setelah disambut dengan adat dan Tradisi Bakayab Hai, para tamu disambut lagi dengan tarian Ronggeng Gala.
Uniknya dari tarian ini, setiap pengunjung yang hadir wajib memberikan saweran berupa uang tunai namun tidak ada patokan berapa rupiah, berapa saja yang penting bisa memberi.
Editor: Redaktur TVRINews
