Penulis: Basri A
TVRINews, Jember
Tanah bergerak dan keretakan jalan sepanjang 37,5 meter ditemukan di jalur Pegunungan Gumitir, Kecamatan Silo, Jember. Curah hujan tinggi perlu diwaspadai pengguna jalan karena jalur penghubung Jember-Banyuwangi berpotensi mengalami tanah longsor.
Petugas gabungan langsung melakukan pengecekan di lokasi tanah bergerak dan munculnya keretakan baru sepanjang 37,5 meter di Jalur Selatan Gunung Gumitir tepatnya di kilometer 38 penghubung Jember-Banyuwangi.
Kondisi ini rawan terjadi tanah longsor dan mengancam keselamatan pengguna jalan baik roda 2 maupun roda 4, terlebih angkutan barang berupa truk dan bus angkutan penumpang antar kota.
Tingginya intensitas kendaraan, pemberlakukan arus lalu lintas sistem buka tutup dilakukan baik dari arah Jember menuju Banyuwangi maupun sebaliknya.
Tak hanya terjadi retakan baru di sejumlah titik, tebing jalur di km 36,6 terjadi longsor susulan dengan kedalaman kurang lebih 20 meter hingga memakan sebagian badan jalan.
“Bahkan yang 10 meter itu keretakannya sudah menganga karena sudah berbatasan dengan jurang yang jaraknya hanya satu sampai setengah meter sudah masuk jurang. Untuk itu kita lakukan langkah2 yakni bagi kendaraan yang lewat jalur ini, kita lakukan buka tutup, lalu kita pasang policeline dan yang paling utama adalah bagi warga yang lewat harus hati hati,” kata AKP Suhartanto, Kapolsek Sempolan.
Mengantisipasi terjadi longsor susulan, petugas melakukan pemasangan bronjong kawat yang berisi batu, pasir dan beton sebagai penopang tebing dengan ketinggian kurang lebih 20 meter.










