TVRINews, Belarus
Pemerintah Indonesia dan Belarus sepakat memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia–Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi serta sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antar pelaku usaha di Minsk, Belarus, Jumat, 15 Mei 2026.
Penandatanganan Agreed Minutes dilakukan oleh Airlangga Hartarto bersama Viktor Karankevich sebagai bentuk komitmen kedua negara dalam memperkuat implementasi kerja sama ekonomi yang telah dibahas dalam rangkaian SKB ke-8.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas berbagai sektor strategis, mulai dari perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, hingga pariwisata.
Airlangga menegaskan bahwa hasil kesepahaman yang dicapai harus segera diwujudkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan dampak nyata bagi kedua negara.
"Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip dari laman Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sabtu, 16 Mei 2026.
Sementara itu, Viktor Karankevich menyampaikan komitmen Belarus untuk terus memperdalam hubungan kerja sama dengan Indonesia, khususnya pada sektor industri, pertanian, dan teknologi.
Pada kesempatan yang sama, turut ditandatangani lima MoU antar pelaku usaha Indonesia dan Belarus dengan total nilai mencapai Rp7 triliun.
Kesepakatan tersebut meliputi kerja sama antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Nedra Nezhin, serta sejumlah kerja sama bisnis PT Indonesia Belarus Jaya dengan OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.
Penandatanganan kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi baru sekaligus memperluas hubungan dagang dan industri antara Indonesia dan Belarus.
Turut mendampingi Airlangga dalam agenda tersebut antara lain Duta Besar RI untuk Moskow Jose Antonio Morato Tavares, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta sejumlah perwakilan kementerian/lembaga terkait, APINDO, dan KADIN Indonesia.










