TVRINews-Manchester, Inggris
Skuad asuhan Enzo Maresca bidik kemenangan lanjutan di kandang Manchester United demi pertahankan takhta liga.
Manajer Manchester City, Enzo Maresca, menegaskan bahwa dirinya bukanlah fokus utama menjelang laga derby pertamanya kontra Manchester United di Stadion Old Trafford, Minggu 12 september 2026.
Ia memilih mengalihkan perhatian publik pada performa kolektif tim demi mempertahankan rekor seratus persen di awal musim Liga Premier.
The Citizens saat ini memimpin klasemen sementara dengan raihan tiga kemenangan dari tiga pertandingan pembuka. Laga akhir pekan ini dinilai sebagai ujian terberat bagi skuad asuhan Maresca musim ini, mengingat rival sekota mereka tengah berupaya bangkit di bawah arahan Michael Carrick.
Meski memiliki catatan tandang yang impresif di Old Trafford selama lima belas tahun terakhir, City tetap harus mawas diri setelah menelan kekalahan di stadion yang sama pada musim lalu. Di sisi lain, Manchester United mengawali musim ini dengan kurang stabil, baru mengoleksi satu kemenangan dari tiga laga awal dan tertinggal lima tahun poin di belakang sang pemuncak klasemen.
Maresca, yang pernah mengemban tugas sebagai asisten manajer di bawah Pep Guardiola, mengakui pentingnya memenangkan laga derby akhir pekan ini. Namun, ia menekankan bahwa prioritas utamanya jauh melampaui ambisi pribadi.
"Sejujurnya, pikiran saya lebih tertuju pada tim, para pendukung, dan posisi di klasemen," ujar Maresca kepada para awak media pada sesi konferensi pers hari Jumat. "Tentu saja, jika kami menang, itu juga berdampak baik bagi saya."
"Namun, fokus utama bukanlah 'ini derby pertama saya dan saya ingin menang'. Tentu saja saya ingin menang, tetapi itu karena kami ingin terus melanjutkan tren positif. Itu hal yang baik untuk semua orang," imbuhnya.
Dominasi Manchester City atas rival sekota mereka terus berlanjut sejak Sir Alex Ferguson pensiun sebagai juara Liga Premier pada tahun 2013, di mana The Citizens selalu finis di atas United setiap musimnya.
Kondisi tersebut turut mendasari pernyataan gelandang baru City, Elliot Anderson, yang menyebut klubnya sebagai penguasa kota Manchester usai merampungkan kepindahan senilai 116 juta poundsterling atau sekitar 157 juta dolar Amerika Serikat dari Nottingham Forest.
Maresca menilai pandangan pemain mudanya tersebut terbentuk secara alami oleh realitas sepak bola dalam satu dekade terakhir.
"Alasan Elliot berkata seperti itu adalah karena ia tumbuh besar dalam lima belas tahun terakhir," ucap pelatih asal Italia tersebut.
"Menurut saya, apa yang telah dicapai Manchester City sungguh luar biasa. Jadi, wajar jika Elliot berpendapat demikian. Namun, jika kita melihat jauh ke masa lalu, situasinya tentu berbeda. Kendati demikian, alasan utama Elliot berkata demikian adalah karena saat ia bertumbuh, Manchester City tampil begitu dominan," tutupnya.










