TVRINews, Makassar
Kolaborasi strategis bersama mahasiswa Unhas dan siswa SRMA 26 dalam menghadirkan pengalaman menonton film yang setara.
Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia terus berinovasi dalam mewujudkan inklusivitas bagi penyandang disabilitas.
Melalui program Klinik Layanan Sosial Terpadu Bergerak (KLASTER), BBPPKS Makassar menggelar kegiatan inspiratif bertajuk "Cinema Berbisik".
Bertempat di Studio BBPPKS Makassar, acara ini merupakan hasil kolaborasi sinergis dengan mahasiswa magang dari Universitas Hasanuddin (Unhas).
Berdasarkan keterangan dari laman resmi Kemensos, Jumat, 1 Mei 2026, acara ini mengusung tema “Sentuhan Kata, Getaran Makna: Menembus Batas Dalam Dekapan Cinema Berbisik”, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman menonton film yang setara bagi Penerima Manfaat (PM) disabilitas sensorik netra.
Metode Deskripsi Audio Personal
Berbeda dengan bioskop konvensional, "Cinema Berbisik" menggunakan metode deskripsi audio yang personal. Dalam hal ini, siswa-siswi dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar memegang peranan kunci sebagai pendamping atau "pembisik".
Tugas para siswa adalah menjembatani visual yang ada di layar menjadi untaian kata. Mereka membisikkan deskripsi suasana, ekspresi wajah tokoh, hingga detail latar film kepada para PM. Interaksi ini menciptakan ikatan emosional yang hangat, mengubah visual menjadi imajinasi yang hidup bagi mereka yang tidak melihat.
Menyelami Pesan Lewat "Rumah Untuk Alie"
Film berjudul *"Rumah Untuk Alie"* dipilih menjadi sajian utama. Film yang sarat akan pesan moral dan perjuangan tersebut berhasil menyentuh hati para penonton.
Melalui narasi yang disampaikan oleh siswa SRMA 26, suasana di dalam studio tampak haru sekaligus ceria. Gelak tawa dan isak tangis pecah saat para PM mampu menyelami setiap adegan berkat bisikan yang detail.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Dosen Pembimbing dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Unhas, guru-guru dari SLB Yayasan Usaha Karya Tuna Netra Indonesia (YUKARTUNI), serta jajaran pimpinan dan guru SRMA 26 Makassar.
Wujud Nyata Inovasi Layanan Sosial
Keterlibatan mahasiswa FISIPOL Unhas dalam kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi pelayanan sosial yang diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan PM.
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata implementasi nilai kemanusiaan dan perayaan empati.
Melalui "Cinema Berbisik", BBPPKS Makassar membuktikan bahwa batasan fisik bukan lagi penghalang untuk menikmati karya seni. Sebuah cerita akan selalu menemukan jalannya menuju hati, meski melalui kegelapan, asalkan ada sentuhan kata yang menjembataninya.










