TVRINews – Beijing
Kehadiran putra Musk dan gestur santai sang miliarder terekam dalam momen viral di tengah agenda serius KTT AS-Tiongkok.
Di tengah atmosfer diplomatik yang kaku pada pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, perhatian publik justru teralihkan oleh sosok tak terduga. X Æ A-Xii, putra Elon Musk, menjadi sensasi media sosial setelah tertangkap kamera tampil santai di tengah protokol ketat Great Hall of the People.
Bocah yang akrab disapa "X" tersebut terlihat mengenakan rompi sutra tradisional Tiongkok sembari menjinjing tas berbentuk naga.
Kehadirannya yang kontras dengan formalitas para pemimpin dunia memberikan warna tersendiri pada agenda yang sejatinya membahas isu-isu geopolitik berat.
"Ia sedang belajar bahasa Mandarin," ungkap Musk singkat kepada awak media, memberikan sentuhan personal di balik misi bisnisnya dalam delegasi tersebut.
Diplomasi di Balik Lensa Kamera
Elon Musk, yang hadir sebagai bagian dari delegasi pemimpin bisnis papan atas Amerika Serikat bersama CEO Apple Tim Cook dan Jensen Huang dari Nvidia, tampak menikmati kunjungannya layaknya seorang turis.
Dalam sebuah klip yang viral, Musk terlihat berputar sembari merekam kemegahan ruang pertemuan, sebuah tindakan yang jarang dilakukan oleh eksekutif setingkatnya dalam acara kenegaraan.
Tidak hanya itu, interaksi Musk dengan Tim Cook dan pendiri Xiaomi, Lei Jun, selama perjamuan negara juga menjadi sorotan.
Ekspresi wajah Musk yang ekspresif saat berfoto bersama kolega bisnisnya tersebut segera berubah menjadi bahan diskusi hangat di berbagai platform digital.
Kontras Agenda Bisnis dan Politik
Meskipun momen-momen ringan tersebut mendominasi percakapan di media sosial, agenda utama di balik layar tetaplah krusial. Diskusi antara delegasi AS dan Tiongkok berfokus pada isu-isu sensitive.
Bagi Tesla, Tiongkok tetap menjadi pasar sekaligus pusat manufaktur paling vital. Kehadiran Musk di Beijing tidak hanya sekadar mendampingi kunjungan kenegaraan, tetapi juga merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi perusahaannya di tengah fluktuasi hubungan dagang antara Washington dan Beijing.
Gaya publik Musk yang tidak terduga kembali membuktikan kemampuannya untuk mendominasi narasi media, bahkan di tengah acara yang dirancang dengan protokol diplomasi paling ketat di dunia.










