TVRINews, Jakarta
Direktur Utama (Dirut) LPP TVRI sekaligus Ketua Umum ICCN Fiki Satari menuturkan jika Manifesto Suara Ekraf Indonesia lahir dari harapan para penggerak ekonomi kreatif di berbagai daerah, dalam semangat dari daerah untuk dunia.
“Manifesto Suara Ekraf Indonesia lahir dari suara dan harapan para penggerak ekonomi kreatif di berbagai daerah, dalam semangat dari daerah untuk dunia,” ucapnya pada Jumat, 23 Oktober 2026
Diketahui, Manifesto Suara Ekraf Indonesia ini terdiri dari 10 poin utama sebagai landasan pengembangan ekonomi kreatif nasional.
Dikesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan jika dirinya mewakili pemerintah mengapresiasi ICCN.
“Saya sangat mengapresiasi atas nama pemerintah yang ICCN lakukan hampir lebih dari 10 tahun terakhir,” kata dia
Kemudian, ia juga menilai jika kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dan ICCN selama dua tahun terakhir telah memberikan kontribusi penting, terutama melalui masukan dari berbagai daerah, pengembangan kabupaten/kota kreatif, serta pendampingan untuk membawa isu ekonomi kreatif ke tingkat global.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dengan pengembangan yang dimulai dari daerah.
“Spirit daripada ekonomi kreatif yang juga diarahkan oleh Bapak Presiden Prabowo adalah bagaimana ekonomi kreatif ini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” ujar Teuku Riefky.
Ia menegaskan, komunitas dan koordinator daerah memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif karena memahami secara langsung potensi, peluang, dan tantangan di wilayah masing-masing.
Karena itu, lanjutnya para penggerak ekonomi kreatif tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga menjadi subjek utama dalam merumuskan arah pengembangan sektor tersebut.










