TVRINews, Lamongan
Citra Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia masih terpolarisasi. Di satu sisi, LSM dipandang sebagai pilar penting dalam mengawal transparansi dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Namun di sisi lain, keberadaan sejumlah oknum yang melakukan penyimpangan kerap memunculkan stigma negatif terhadap organisasi tersebut.
Tantangan itulah yang dihadapi LSM Cakrawala Keadilan yang bermarkas di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Selama lebih dari satu dekade, lembaga ini berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, hingga pendampingan hukum bagi warga yang membutuhkan.
Ketua LSM Cakrawala Keadilan, Hilal Ahmar, mengatakan organisasinya merupakan lembaga nirlaba yang dibentuk secara sukarela untuk memperjuangkan kepentingan publik, memberikan layanan sosial, serta membantu kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, prinsip utama organisasi tersebut adalah independensi, pelayanan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan advokasi.
“Awalnya kami fokus pada persoalan lingkungan di kawasan pesisir Paciran dan sekitarnya. Namun dalam perkembangannya, banyak masyarakat yang datang menyampaikan berbagai persoalan sosial sehingga kami turut memberikan pendampingan,” ujar Hilal.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan mencakup dukungan bagi warga kurang mampu, bantuan pendidikan, pendampingan pengobatan, bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, hingga berbagai kebutuhan sosial lainnya.
Tak hanya persoalan sosial, LSM Cakrawala Keadilan juga kerap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang menghadapi persoalan hukum.
“Ada warga yang menjadi korban dan membutuhkan pendampingan hukum karena merasa tidak mendapatkan keadilan. Dalam kondisi seperti itu kami berupaya hadir untuk membantu,” katanya.
Sebagai bentuk pengembangan layanan kepada masyarakat, LSM Cakrawala Keadilan saat ini juga tengah mengupayakan pengadaan mobil jenazah yang dapat dimanfaatkan warga, terutama untuk kebutuhan pemakaman di wilayah yang sulit dijangkau.
“Usulan ini datang dari para modin. Mobil jenazah nantinya diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung atau lokasi pemakaman cukup jauh,” tambah Hilal.
Hilal menegaskan, seluruh program yang dijalankan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan tersebut, pihaknya berharap dapat menunjukkan fungsi LSM yang sesungguhnya sekaligus mengikis stigma negatif yang selama ini melekat akibat ulah segelintir oknum.
Menurutnya, keberadaan LSM seharusnya menjadi mitra masyarakat dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, kemanusiaan, maupun hukum yang dihadapi warga.










