TVRINews – Jakarta
Jakarta dan Antananarivo Sepakati Bebas Visa Diplomatik Serta Perluasan Kerja Sama Ekonomi dan Pendidikan
Pemerintah Indonesia dan Madagaskar resmi memperkuat fondasi diplomatik yang telah berjalan selama lebih dari lima dekade melalui penyepakatan sejumlah komitmen strategis baru, Lewat pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan Menteri Luar Negeri Madagaskar, Rasata Rafaravavitafika (Y.M. Alice N’Diaye), di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu 3 Juni 2026.
Pertemuan tersebut menghasilkan penandatanganan dua instrumen hukum penting, yakni Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Sidang Komisi Bersama (SKB) serta Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas.
"Penandatanganan kedua instrumen ini merupakan langkah krusial dalam memperkokoh kerangka kerja sama transnasional antara Indonesia dan Madagaskar," ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resminya yang dikutip Lama resmi Kemlu Kamis 4 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa regulasi baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan koordinasi antarlembaga pemerintah sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih masif di sektor-sektor potensial.
Ekspansi Sektor Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Selain penguatan instrumen diplomatik, kedua negara menyoroti pertumbuhan positif dalam tren perdagangan bilateral. Fokus utama diarahkan pada perluasan jejaring bisnis dan penciptaan peluang investasi yang lebih kompetitif.
Dalam ketegasan sikapnya, Menlu Sugiono menyatakan kesiapan Jakarta untuk menyokong kebutuhan domestik maupun industrial Madagaskar. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui stabilitas perdagangan komoditas strategis serta peningkatan penetrasi investasi dari Indonesia.
Lebih lanjut, dialog bilateral ini mengidentifikasi beberapa sektor prioritas yang dinilai memiliki prospek pembangunan tinggi, meliputi:
• Diversifikasi energi dan penguatan sektor keuangan.
• Akselerasi industri ekonomi kreatif.
• Kolaborasi sektor pertanian guna memitigasi risiko krisis ketahanan pangan global.
Investasi Sumber Daya Manusia dan Diplomasi Global South
Hubungan historis yang erat sejak 1975 ini juga dimanifestasikan melalui keberlanjutan program edukasi. Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam mentransfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Madagaskar.
Berdasarkan data periodik 2023–2025, Madagaskar tercatat sebagai salah satu negara sub-Sahara Afrika dengan serapan beasiswa tertinggi di Indonesia, di mana sekitar 40 mahasiswa secara aktif memanfaatkan program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Darmasiswa. Pemerintah Indonesia secara terbuka terus mendorong partisipasi yang lebih luas dari generasi muda Madagaskar untuk program-program mendatang.
Secara geopolitik, sebagai sesama anggota Indian Ocean Rim Association (IORA), kedua menteri bertukar pandangan mengenai stabilitas regional. Kedua belah pihak menyepakati urgensi penguatan kerja sama maritim, mitigasi bencana, serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Sebagai sesama kekuatan di lanskap Global South (Selatan-Selatan), Indonesia memproyeksikan kemitraan dengan Madagaskar ini sebagai pintu masuk untuk memperluas jaringan diplomasi ekonomi dengan organisasi regional Afrika, termasuk Southern African Development Community (SADC) dan Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA), demi mewujudkan pertumbuhan kawasan yang lebih inklusif.










