TVRINews – Jakarta
Ribuan gempa susulan hantam Nusa Tenggara Timur, pemerintah kerahkan 165 ton bantuan udara guna percepat pemulihan korban.
Penanganan darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur terus digencarkan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama unsur pentahelix mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan menyusul ribuan aktivitas gempa susulan yang masih dirasakan di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB hingga Selasa 18 Agustus 2026, tercatat sebanyak 2.119 kali gempa susulan terjadi pascagempa utama. Aktivitas seismik yang fluktuatif ini menuntut mobilisasi logistik berskala besar melalui jalur udara demi menjangkau titik-titik isolasi di pulau-pulau Flores dan sekitarnya.
Melalui Pos Pendukung Logistik Nasional PDB Gempabumi NTT di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, otoritas kebencanaan telah menerbangkan total 165,9 ton bantuan darurat yang mencakup bahan pangan, perlengkapan pengungsian, hingga perangkat komunikasi satelit.
"Kondisi gempa terkini menunjukkan aktivitas yang masih fluktuatif dengan ribuan kali gempa susulan. Pemerintah bergerak cepat memastikan logistik dan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi secara merata," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam keterangan resminya yang dirilis Bakom RI Rabu 19 Agustus 2026.
Pengiriman logistik tahap awal ini dieksekusi melalui 12 sortie penerbangan udara menggunakan kombinasi armada TNI Angkatan Udara, pesawat kargo, serta maskapai komersial dengan sasaran Bandara Maumere dan Labuan Bajo.
Dari total muatan tersebut, sekitar 120 ton dialokasikan langsung melalui Dana Siap Pakai BNPB dalam 8 sortie utama, yang terdiri atas ribuan paket tenda keluarga, selimut, matras, velbed, hygiene kit, hingga paket sembako siap saji.
Selain itu, semangat gotong royong lintas instansi juga diwujudkan melalui dukungan armada tambahan TNI AU yang membawa pasokan khusus dari Sekretariat Kepresidenan, Kepolisian Daerah, Kementerian Pertahanan, serta pihak swasta. Bantuan tersebut mencakup ribuan paket sembako, makanan tambahan anak, air mineral, hingga perlengkapan dapur umum lapangan.
Mengantisipasi tantangan geografis dan potensi lumpuhnya infrastruktur dasar, BNPB bersama Kementerian Pertahanan turut menyertakan instrumen pendukung vital. Sebanyak 20 unit perangkat internet satelit Starlink, 1 unit kendaraan taktis penjernih air merk Viar, serta 16 unit genset darurat dikerahkan guna memulihkan jaringan komunikasi serta pasokan listrik di posko-posko pengungsian.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi darurat ini secara intensif, sembari mengimbau masyarakat di kawasan terdampak agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan lanjutan.










