TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar mendorong penguatan strategi pemberdayaan untuk mendongkrak kembali kelas menengah yang mengalami tekanan ekonomi. Upaya ini dilakukan agar kelas menengah tidak semakin banyak turun ke kelompok rentan, melainkan mampu meningkatkan pendapatan dan mengembangkan kapasitas ekonominya.
Muhaimin mengatakan, penguatan kelas menengah harus menjadi bagian penting dalam agenda pemberdayaan masyarakat. Pemerintah tidak hanya perlu menjaga masyarakat agar tidak jatuh ke kelompok ekonomi yang lebih rendah, tetapi juga membuka peluang agar mereka dapat kembali tumbuh dan naik kelas. Hal itu disampaikan Muhaimin saat memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) Klaster Kolaborasi di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
"Ini yang menjadi agenda pokok kita, bagaimana kelas menengah yang turun ini bisa kita dongkrak kembali. Jangan sampai yang sudah naik kemudian turun lagi. Kita harus menjaga agar mereka tetap bertahan dan terus naik," ujar Muhaimin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut Muhaimin, upaya mendongkrak kelas menengah membutuhkan intervensi yang tidak terbatas pada perlindungan sosial. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan produktif, pembiayaan, keterampilan, pasar, serta kesempatan untuk mengembangkan usaha.
Dalam hal ini, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama. Muhaimin mendorong pemberian insentif yang tepat bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, melakukan ekspansi, dan menghasilkan pertumbuhan usaha yang nyata.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya peran badan usaha milik negara (BUMN) dalam memperkuat ekosistem usaha. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kemitraan, pembukaan akses pasar, penguatan rantai pasok, serta pemberian ruang bagi UMKM untuk memperluas skala bisnis.
Selain UMKM, Muhaimin mendorong sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi yang membuka peluang baru bagi kelas menengah. Sektor ini diharapkan mampu mendorong pengembangan produk, menciptakan lapangan kerja, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha.
Karena itu, Muhaimin menekankan perlunya sinergi lintas kementerian, BUMN, dan pelaku usaha agar berbagai program pemberdayaan memberikan dampak ekonomi yang terukur. Keberhasilan program tidak cukup dilihat dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari peningkatan omzet, produktivitas, kesempatan kerja, dan pendapatan masyarakat.
"Yang kita bangun adalah satu tangga. Yang miskin kita bantu naik, yang rentan kita dorong agar tidak jatuh, dan kelas menengah kita dongkrak supaya tidak turun dan bisa naik lagi. Semua harus bergerak naik secara bersama-sama," ucapnya.
Muhaimin menegaskan, strategi pemberdayaan tersebut harus mampu menciptakan mobilitas ekonomi yang nyata. Dengan dukungan yang tepat terhadap usaha, pekerjaan, dan keterampilan, kelas menengah diharapkan dapat memperkuat kapasitas ekonominya, meningkatkan taraf hidup, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.










