Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Jalan Rp1,8 Miliar Rusak Berat, DPRD Nagekeo: Perencanaan Berbeda dengan Fakta Lapangan 

Jalan Rp1,8 Miliar Rusak Berat, DPRD Nagekeo: Perencanaan Berbeda dengan Fakta Lapangan 
Foto: Jalan Rusak

Penulis: Erasmus Nai Goi

TVRINews, Nagekeo

Ketua Panitia Khusus LKPJ, DPRD Nagekeo Isodorus Goa mengatakan persoalan pembangunan ruas jalan Kajulaki-Malabai di Kecamatan Aesesa, Nusa Tenggara Timur, rusak berat telah dibahas dalam pansus DPRD Nagekeo saat rapat LKPJ Bupati tahun 2021, awal April lalu.  

Dalam rapat tersebut, anggota dewan mendapat penjelasan yang tidak sama dengan fakta yang ditemukan di lapangan saat dilakukan sidak ke lokasi proyek, yakni terdapat pengalihan jalur jalan baru dengan membuka jalan baru (alitrase) yang tidak memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“Dalam rapat Pansus ada bahas soal proyek Jalan Dekopadugoa yang dikerjakan oleh CV. Amando Mulia Abdi meliputi pelebaran, urpil dan drainase dan tidak ada pekerjaan pembukaan jalan baru atau alitrase seperti yang ada di lapangan," kata Isodorus Goa saat di hubungi TVRINews melalui sambungan telepon, Kamis, (28/4/2022).

Menurutnya, sejumlah item pekerjaan yang telah direncanakan tersebut tidak dilaksanakan oleh Dinas PUPR Nagekeo, yang berakibat jalan tersebut tidak berfungsi baik. Bahkan jalan baru yang dibuka oleh kontraktor pelaksana tidak dapat digunakan oleh warga akibat rusak berat.

“Di dalam perencanaan beda dengan fakta lapangan. Dan apa yang dikerjakan itu tidak ada manfaatnya karena jalan baru itu rusak berat. Ada longsor 10 meter dan deker yang dikerjakan sudah pecah atau hancur, dari alasan itu masyarakat masih tetap memakai jalan lama,” ujarnya.

Lebih lanjut Isodorus Goa menjelaskan, menurut penjelasan Dinas PUPR Nagekeo pekerjaan jalan baru merupakan hasil permintaan warga sekitar. Namun setelah dilakukan sidak ke lapangan, warga membatah jika mereka mengusulkan pekerjaan jalan baru itu.

“Dinas mengaku kalau jalan itu dibangun atas permintaan masyarakat, ternyata itu semua rekayasa Dinas PUPR dan kontraktor," ucap Anggota DRPD dari Partai Hanura itu.

Untuk diketahui, pekerjaan pembangunan ruas jalan Kajulaki-Malabai yang menghubungkan dua Desa yakni Desa Tedamude dan Tedakisa di Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang baru dikerjakan menggunakan Tahun Anggaran 2021, kini mulai rusak. 

Kondisi jalan yang baru dibangun itu sudah rusak berat dan material yang terpakai berserakan. Bahkan dikhawatirkan mengancam keselamatan pengguna jalan. 

Proyek senilai Rp1,8 miliar yang baru dikerjakan Tahun 2021 oleh CV. Amando Mulia Abdi selaku Kontraktor Pelaksana meliputi pekerjaan pelebaran yang terdiri dari pekerjaan urukan pilihan (Urpil), dan drainase kini sudah rusak berat.

Menurut Hermanus, warga Desa Tedamude proyek ini hanya bertahan beberapa bulan saja.

“Ini jalan baru dikerjakan beberapa bulan tetapi sudah rusak berat.  Seharusnya jalan baru itu memperlancar lalu lintas masyarakat sebagai pengguna jalan, tetapi nyatanya sekarang sudah rusak berat dan kita tidak bisa pakai, bahkan buat susah warga di sini.” tutur Hermanus.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.