Penulis: Paul Tengko
TVRINews, Manggarai Timur
Ratusan ribu pohon pisang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur terserang penyakit mati pucuk yang mengakibatkan produksi buah pisang menurun drastis.
Dengan gejalanya daun dan pucuk pohon pisang yang terserang penyakit ini menguning. Sedangkan pada pohon yang berbuah, mengeluarkan lendir bila dibelah. Penyakit yang menyerang pohon pisang ini telah berlangsung pada empat bulan terakhir.
Hingga kini, Dinas pertanian Kabupaten Mangarai Timur belum menunjukkan aksi ke semua wilayah untuk mengatasi masalah ini, termasuk memberi penyuluhan pada para petani pisang.
Baca Juga: Bendungan Jebol, Belasan Hektare Sawah di Manggarai Timur Terancam Kekeringan
Ori selaku petani pisang di Kelurahan Kota Ndora mengatakan kebun pisang seluas satu hektare miliknya habis diserang penyakit yang dikenal sebagai layu bakteri dan layu fusarium.
“Saya punya kebun pisang seluas satu hektar, semuanya terserang penyakit ini," kata Ori, Senin (17/10).
Serangan penyakit ini membuat ratusan hektare kebun pisang di Kabupaten Manggarai Timur rusak dan terlantar. Padahal, kata dia, Kabupaten Manggarai Timur dikenal sebagai salah satu kabupaten pemasok terbesar pisang di Daratan Flores.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian John Sentis menyatakan pihaknya meminta para petani pisang yang kebun pisangnya terserang hama penyakit tersebut, alangkah baiknya segera dimusnahkan.
Editor: Redaktur TVRINews
