Penulis: Basri A
TVRINews, Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dibuat geram hingga berujung marah-marah di Rumah Sakit Soewadhie Surabaya saat melakukan sidak, Rabu (30/11/2022).
Baca Juga: Program Pembebasan Denda Pajak Berakhir, Rp 429 Miliar Masuk Pendapatan Daerah
Wali Kota Surabaya menemukan pasien yang belum tertangani selama lima jam akibat lambannya pelayanan, terlebih pengambilan dokumen rekam medik masih dilakukan secara manual yang juga menghambat kecepatan pelayanan.
Ia menemukan pasien yang telah antre selama lima jam namun belum juga tertangani. Bahkan, Eri Cahyadi juga semakin geram lantaran lambannya pelayanan tersebut disebabkan oleh pengambilan dokumen rekam medik yang juga lamban dan dilakukan secara manual sehingga pelayanan terhadap pasien menjadi terhambat.
Eri Cahyadi meminta kepada pihak rumah sakit untuk merubah sistem pelayanannya mulai dari pasien datang hingga menangani pasien.
“Baru tahu tadi setelah saya meninjau dan menanyakan pasien yang sudah menunggu sudah 5 jam. Kasihan pasien datang sejak jam setengah 8 pagi, bahkan dokter juga sudah ada juga. Tapi yang menjadi permasalahan berkas yang ada itu terlambat, entah tercecer apa ketelisiut. Mungkin ini karena system yang digunakan masih manual,” kata Eri, Rabu (30/11).
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Soewandhi Billy Daniel Mesakh menyebut jika rumah sakit memang mengalami kelemahan dalam pelayanan yang menggunakan sistem online sehingga ada beberapa pasien yang terkadang belum bisa terlayani dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Memang banyak permasalahan di kita, seperti kasus tadi tentang keterlambatan berkas itu macam macam penyebabnya. Dan ini akan menjadi evaluasi kita seperti yang diinginkan pak walikota. Contohnya, besok itu kita sudah tahu ada berapa pasien yang akan dating ke rumah sakit ini, dan itu harus kita persiapkan biar berjalan pelayanan itu semaksimal mungkin," ujar Eri.
Baca Juga: LANAL Nunukan Kembali Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal
Ia berjanji akan segera membenahi sistem pelayanan ini dengan cepat sehingga tidak ada lagi pelayanan yang lambat di RS Soewandhi hingga mengakibatkan penumpukan pasien.
Editor: Redaktur TVRINews
