
KPK : Pendidikan Kunci Demokrasi Berintegritas dan Sehat
Penulis : Ridha Gemelli Sitompul
TVRINews, Jakarta
Demokrasi yang sehat, ada tiga hal yang perlu mendapatkan perhatian, salah satunya dengan penyelenggaraan pemilu. Tiga hal tersebut di antaranya, pemilu yang dilakukan dengan berintegritas, para calon yang berintegritas, dan pemilih yang berintegritas dan cerdas.
Hal itu ia sampaikan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam kegiatan Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Terpadu 2022 untuk Partai Gerindra, di Ruang Auditorium Randi-Yusuf Gedung Anti-Corruption Learning Center (ACLC) KPK, Jakarta.
Dalam PCB Terpadu 2022 ini, KPK tak hanya berharap kepada Partai Gerindra bisa berpolitik cerdas, tetapi bisa bersama-sama mendorong masyarakat agar lebih cerdas dan berintegritas. Peran dan kualitas pendidikan masyarakat merupakan bagian dari upaya penting penguatan demokrasi di Indonesia.
“Cerdas sendiri dalam artian memilih wakilnya, cerdas ketika memilih pemimpinnya. Jika dikaitkan dengan rata-rata pendidikan, bisa disimpulkan bahwa pendidikan memang sangat penting untuk membangun kesadaran setiap orang, bahwa mereka perlu mencapai kesetaraan,” ucap Alex di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/6/2022).
Alex menyebut, Data statistik pendidikan yang dikeluarkan BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2021, lulusan perguruan tinggi hanya 10 persen, lulusan SMA dan SMP 30 persen, SD dan tidak tamat sekolah 40 persen.
Alex mengartikan data tersebut menggambarkan bahwa kualitas pendidikan masyarakat saat ini belum sesuai dengan cita-cita bangsa atau tujuan nasional bangsa Indonesia, seperti yang tertera dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’.
Editor: Redaktur TVRINews
