
Lingkaran dan logo pada obor dimaknai Fauzan merupakan simbol spirit dan tekad yang bulat untuk berjuang meraih kemenangan.
Menara Pengawas Lembah Baliem,
Inspirasi Obor Peparnas XVI
(Episode 3)
Penulis: Dadan Hardian
TVRINews, Kota Jayapura
Obor yang dipilihnya terinspirasi dari menara pengawas perang di daerah pegunungan Papua, salah satunya dari Lembah Baliem yang berlokasi di Wamena, tempat tinggal suku Dani, juga beberapa suku lainnya hidup bertetangga di lembah ini, yakni suku Yali dan Lani.
"Menara pengawas ini menjadi simbol spirit untuk persiapan menghadapi lawan," kata Fauzan.
Pada obor yang memiliki tinggi 70 centimeter ini ada ornamen batik Papua. Kata Fauzan, sebagai simbol warisan dengan nilai seni tinggi yang sudah diakui dunia dan menjadi spirit promosi kebudayaan.
Sama seperti kaldron di Stadion Mandala yang apinya menyala sejak 5 November bersamaan dengan pembukaan Peparnas dan dipadamkan saat penutupan pada Sabtu (13/11). Di obor juga ada logo Peparnas.
Lingkaran dan logo pada obor dimaknai Fauzan merupakan simbol spirit dan tekad yang bulat untuk berjuang meraih kemenangan.
Logo Peparnas menempel pada tujuh buah tiang. Tujuh tiang dengan tiga tali berwarna merah di puncak obor memberi makna bersama-sama bersatu tanpa ada perbedaan untuk mencapai puncak kemenangan.
Sementara warna emas pada obor dijelaskan Fauzan karena emas memberi makna kemurnian Tanah Papua yang kaya akan sumber daya alam yang menjadi berkah untuk kehidupan dunia.
Terakhir, pada pegangan obor terdapat ornamen lukisan kulit kayu. Fauzan mengaku terinspirasi dari kesenian tradisional yang ada di daerah sekitar Sentani Jayapura, sudah turun-temurun 1.700an yang menjadi simbol peradaban sampai saat ini.
Setelah menjelaskan makna obor Peparnas hasil buah pikiran dan mahakaryanya, Fauzan melanjutkan cerita soal tungku pada obor yang ia beri nama tungku Barapen.
(bersambung)
Editor: Desi Krida
