
KTT G20 Menjadi Peluang untuk UMKM Indonesia Naik Kelas
Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Nusa Dua
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 sebagai forum ekonomi global diharapkan dapat mengembangkan tata kelola digital sehingga tangguh menghadapi ancaman krisis global akibat pandemi.
Baca Juga: Dukung Pengembangan Pariwisata RI dan Pelaksanaan KTT G20, Sandiaga Apresiasi e-VoA
Alternate Chair Digital Economy Working Group (DEWG) Dedy Permadi mengatakan dalam hal transformasi digital, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan digital yang signifikan.
"Kalau kita mau lihat data terkait UMKM go online, sangat konkrit bahwa transformasi digital bisa membawa resiliensi dan membawa peluang-peluang ketika terjadi kontraksi ekonomi dengan pembatasan sosial. Transformasi digital jadi solusi untuk bertahan," kata Alternate Chair Digital Economy Working Group (DEWG) Dedy Permadi, dalam siaran persnya, dikutip Jumat (11/11/2022).
DEWG adalah grup kerja ekonomi digital yang membahas secara khusus ekonomi digital dan transformasi digital di antara negara-negara G20. Transformasi digital adalah salah satu dari tiga isu utama yang diangkat Indonesia dalam KTT G20 bersama isu transisi energi terbarukan dan arsitektur kesehatan global.
Menurut Dedy, jumlah UMKM di Indonesia sekitar 64 juta yang berkontribusi sekitar 60 persen dari PDB Indonesia. Selama pandemi Covid-19, banyak UMKM yang mengalami keterpurukan namun dengan cepat beralih dan menyesuaikan diri ke dunia digital.
Sebelum pandemi Covid-19, UMKM yang sudah digitaly onboard berjumlah 9 juta. Jumlah ini meningkat setelah pandemi menjadi 19 juta UMKM.
“Angka pertumbuhan yang cukup besar. Ini menunjukkan UMKM kita sebagian sudah bisa memanfaatkan potensi transformasi digital untuk bertahan di tengah pandemi,” ucap Dedy.
Meski demikian, kata Dedy, Indonesia masih perlu terus berjuang karena masih banyak UMKM yang belum digitaly onboard.
Jika melihat angka 19 juta dari total UMKM 64 juta, maka baru 29 persen UMKM yang digitaly onboard.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Indonesia Sukses Lampaui Target Transaksi di WTM London 2022
Secara konkrit, Indonesia perlu menggarap sekitar 71 persen UMKM lainnya untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang di ruang digital. Untuk itu, Indonesia perlu mendiskusikan dan mencarikan solusi di forum G20 guna meningkatkan angka digitalisasi dunia UMKM.
Editor: Redaktur TVRINews
