Penulis: Thomy Mirulewan
Juru Foto: Fabian E
TVRINews, Solo
Ratusan jenis hasil karya dari tangan para Narapidana (Napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) dan Rumah Tahanan (Rutan) Klas satu Solo, Surakarta, Jawa Tengah ikut memeriahkan ajang Expo 2022 ASEAN Para Games 2022 di areal Stadion Manahan Kota Solo Sabtu, (30/7/2022).
Salah seorang pendamping Napi bernama Ny. Denok Marty Astuti mengatakan meskipun para narapidana ini berada di balik jeruji besi, namun semagat mereka untuk menghasilkan karya tidak diragukan lagi.
"Sampah yang selama ini mungkin bagi orang lain sangat kotor tetapi bagi mereka Nara Pidana yang selama 8 tahun mendapat pendampingan dari Komunitas Gerakan Orang Muda Perduli Sampah Kota Solo, justru dimanfaatkan untuk kerajinan tangan yang sangat indah dan menarik serta berguna bagi orang lain," kata Denok, saat ditemui TVRINews.com di Expo 2022 Stadion Manahan Kota Solo, Sabtu (30/7/2022).
"Kami sudah dampingi mereka (para Napi) ini sejak 8 tahun lalu dan kini mereka sudah bisa mampu membuat banyak kerajinan tangan dan hasilnya sudah dijual ke luar negeri maupun dalam negeri," sambungnya.
Denok menjelaskan sejumlah hasil kerajinan tangan para Napi yang masuk dalam areal Expo pagelaran ASEAN Para Games ke 11 di Kota Solo antara lain adalah, gantungan kunci, kipas hiasan meja, bunga dan kerajinan lainnya.
"Sudah banyak hasil kerajinan tangan hasil karya para Napi yang kita dampingi selama ini dan salah satunya yang kita pamerkan di sini," ujarnya.
Dalam mendampingi para Napi ini, Denok menyebutkan dirinya tidak hanya mendampingi Napi laki-laki, tetapi juga kepada Napi perempuan.
"Disana bukan saja laki-laki tetapi juga semua perempuan yang ada dalam Rutan dan LP kecuali anak-anak dengan waktu pertemuan seminggu sekali," ucap Denok.
Denok menyebutkan, menjadi Napi memang kadang dianggap bukan lagi manusia baik namun terkadang dari sinilah lahir usaha baru dalam lingkungan masyarakat yang mampu menopang ekonomi kelurga terutama dimasa pandemi ini.
"Karena itu, yang kita harapkan adalah, setelah keluar tidak lagi menjadi Napi lagi tetapi menjadi orang baik yang dapat berguna bagi masyarakat, karena cap napi memang agak susah untuk diterima di keluarga dan masyarakat," tutur Denok.
Editor: Redaktur TVRINews
