
Menko Polhukam Mahfud MD didampingi Wakapolri Komjen Gatot Eddy, Mendagri Tito Karnavian, Panglima TNI Jend.Andika Perkasa, dan Ketum KONI Letjen (P) Marciano Norman
Penulis: Ridha Gemelli Sitompul
TVRINews, Jakarta
Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dipimpin langsung oleh Menko Polhukam Mahfud MD untuk mengungkap tragedi Kanjuruhan, yang terjadi Sabtu (1/10) malam hingga Minggu (2/10) dinihari.
TGIPF melibatkan sejumlah elemen, seperti perwakilan kementerian, organisasi profesi sepak bola, pengamat, akademisi, hingga perwakilan media massa.
“Untuk mengungkap kasus Kanjuruhan yang terjadi, pada tanggal 1 Oktober 2022. Maka pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam,” ujar Mahfud dalam jumpa pers, Senin (3/10/2022).
Lebih lanjut, kata Mahfud, Pemerintah telah meminta Polri segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana dalam tragedi tersebut. Pengungkapan pelaku pidana itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Minggu (2/10) kemarin.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Menkopolhukam: Bukan Bentrok Antar Suporter
“Adapun tugas atau langkah pendek diminta kepada Polri agar dalam beberapa hari kedepan ini segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana, karena, tentunya sudah mulai dilakukan supaya segera diumumkan siapa pelaku pidana dari ini yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak,” ucap Mahfud.
Ia juga meminta Polri melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di Malang. Menurutnya, Indonesia menjadi negara ketiga terbesar dengan jumlah korban tragedi sepak bola di dunia.
“Dalam pertandingan sepak bola telah menjatuhkan (korban) sampai saat ini yang diketahui tidak kurang dari 125, kalau tidak bertambah. Mudah-mudahan tidak bertambah, karena sekarang masih ada yang di rumah sakit. Kalau tidak bertambah kita akan menjadi negara terbesar ketiga yang dunia persepakbolanya memakan korban terbesar di dunia,” kata Mahfud
Mahfud pun menyebut Peru menempati urutan pertama atas tragedi mematikan dalam dunia sepak bola yang menyebabkan tidak kurang dari 320 jiwa melayang. Di urutan kedua ditempati Ghana dengan 126 korban jiwa.
Editor: Redaktur TVRINews
