
Santri Ponpes di Jombang Temukan Sumur Kuno Peninggalan Kerajaan Majapahit
Penulis :Basri A
TVRINews, Jombang
Penemuan sumur kuno diduga zaman Majapahit ditemukan para santri di area sebuah pondok pesantren. Sumur kuno tersebut ditemukan saat para santri menggali tanah untuk pembuatan septic tank.
Saat ditemukan, sumur tersebut tertimbun tanah di kedalaman 2 meter lebih di Ponpes Yayasan Salafiyah Syafi'iyah K.H Abdul Hadi yang berada di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek Jombang.
Usai mendapati sumur kuno, penggalian tanah diteruskan untuk mengetahui struktur dan dasar sumur. Namun begitu mengetahui sumur kuno ini terus mengeluarkan air, penggalian sumur kuno langsung dihentikan.
Bentuk batu-bata sumur kuno tersebut memliki ukuran yang cukup besar. Bentuknya tidak kotak simetris seperti bata pada umumnya. Melainkan berbentuk melingkar mengikuti lekuk struktur sumur. Dari bentuk fisik batu bata, para santri meyakini bahwa sumur kuno ini diduga kuat peninggalan era Kerajaan Majapahit.
Tak hanya menemukan sumur kuno, di sekitar sumur juga ditemukan sebuah benda Bokor Kecil atau Celupak tempat minyak untuk penerangan berukir dari bahan kuningan.
Sebelum menemukan sumur, warga sekitar pondok sering menemukan benda-benda kuno lainnya, seperti keris, batu permata dan perhiasan kuno, sehingga diperkirakan area ini merupakan pemukiman warga pada zaman Kerajaan Majapahit.
"Sebenarnya di daerah sini banyak yah struktur peninggalan benda benda kuno seperti bata-bata dan benda benda lain seperti giok dan sumur lama juga banyak. Untuk itu kami minta kepada para santri, agar sumur tersebut sementara ini kita diamkan dulu," kata Pengasuh Ponpes, Ahmad Machrus atau biasa disapa Gus Mahrus.
Meskipun sumur temuan ini termasuk peninggalan purbakala, pihak pondok membiarkan sumur tetap dalam kondisi tertimbun tanah, dan jarak sumur kuno dengan pondasi bangunan pondok hanya berjarak tak lebih dari 1 meter.
Editor: Redaktur TVRINews
