
Banjir masih merendam beberapa kawasan dataran rendah yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satunya di desa Pahalatan Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) hing
Penulis: Akhmad Rizky
TVRINews, Hulu Sungai Tengah
Banjir masih merendam beberapa kawasan dataran rendah yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan (Kalsel), salah satunya di desa Pahalatan Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) hingga hari ini, Selasa (14/12).
Di Desa Pahalatan setidaknya sebanyak 348 keluarga, dan lebih dari 100 rumah yang ada di tiga RT turut terdampak.
Khusus di RT 03 Desa Pahalatan, rendaman masih bertahan di ketinggian sepinggang orang dewasa.
Untuk diketahui, wilayah Desa Pahalatan ini memang merupakan daerah dataran rendah dan langganan banjir, namun menurut keterangan warga desa setempat musibah banjir kali ini merupakan yang terparah sepanjang tahun 2021.
Pembakal atau Kepala Desa Pahalatan, Junaidi mengungkapkan di RT 03 sudah lebih dari satu bulan terendam.
"Mulai 7 November 2021 jalan di RT 03 Desa Pahalatan sudah terendam, ini lebih dalam dari banjir tahun-tahun sebelumnya," ungkap Junaidi.
Untuk kebutuhan sembako sendiri warga Desa Pahalatan masih sangat membutuhkan bantuan karena aktivitas masyarakat sangat terbatas, alat transportasi yang bisa digunakan hanya perahu.
"Perkiraan untuk rendaman banjir di desa Pahalatan ini berangsur surut membutuhkan waktu 2-3 bulan kedepan," tutup Junaidi.
Editor: Desi Krida
