
Arema FC Terancam Tidak Diperkenankan Jadi Tuan Rumah dalam Sisa Pertandingan Liga 1
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Malang
Laga bertajuk “Derby Jatim” antara Arema Malang FC melawan Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) berakhir ricuh dan memakan korban jiwa.
Hal ini merupakan dampak dari kerusuhan yang terjadi usai kekalahan yang diderita oleh tim Singo Edan atas rival sekotanya tersebut. RIbuan supporter memutuskan untuk turun ke lapangan sebagai bentuk aksi protes, setidaknya sampai Minggu (2/10) pukul 1.00 WIB dini hari.
Menyikapi hal ini, Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing sangat menyesalkan kericuhan yang terjadi. Atas insiden ini, Arema terancam tidak diizinkan menjadi tuan rumah dalam laga sisa Liga 1 2022/2023.
‘’Setelah mendapat laporan dari PT Liga Indonesia Baru, kami segera menyidangkan kasus ini. Arema bisa jadi dalam sisa pertandingan kompetisi BRI Liga 1 musim ini tidak diperkenankan menjadi tuan rumah. Selain itu sanksi lainnya juga menanti,’’ kata Erwin, Minggu (2/10).
Erwin juga memastikan bersama dengan tim dari PSSI segera berangkat ke Malang untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Itu dilakukan agar saat sidang Komdis nanti bisa memutuskan hukuman apa yang layak diberikan kepada Arema.
Berdasarkan data terakhir yang diterima TVRINews.com dari Polda Jatim pada Minggu (2/10/2022) sampai pukul 6.00 WIB, sebanyak 127 orang meninggal dunia. Dengan rincian dua diantaranya merupakan anggota Polri, 34 meninggal di lokasi, dan 93 lainnya tewas di rumah sakit. Sementara itu, 180 orang lainnya masih mendapat perawatan itensif di rumah sakit terdekat dari stadion.
Sebagai informasi, Persebaya berhasil memenangkan pertandingan bertajuk “Derby Jatim” atas Arema FC. Berlaga di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, tim besutan Aji Santoso sukses mencuri poin di kandang sang rival dengan skor akhir 2-3.
Menariknya, ini merupakan kemenangan pertama Persebaya di kandang Arema sejak 23 tahun silam. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri rekor buruk Bajul Ijo yang sempat tiga pertandingan kalah beruntun.
Editor: Redaktur TVRINews
