
Sepekan Berlalu, KSAL Masih Investigasi Penyebab Jatuhnya Pesawat Bonanza
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menuturkan pihaknya masih lakukan investigasi penyebab jatuhnya pesawat udara jenis G-36 Bonanza T-2503 di Selat Madura, Jawa Timur hingga saat ini.
Guna lakukan investigasi, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Investigasi pesawat, masih dalam investigasi, kita sudah libatkan dua orang dari KNKT dan dipimpin oleh inspektorat Jenderal angkatan laut,” kata Yudo usai nonton bareng (Nobar) sinetron 'Bintang Samudera' di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin malam (19/9/2022).
Lebih lanjut, dalam investigasi tersebut tidaklah mudah, terlebih Pesawat Bonanzasendiri telah jatuh di laut.
Namun, hingga kini Yudo berharap agar nanti penyebab jatuhnya pesawat segera terungkap, dan dengan segera pihaknya dapat mengevaluasi operasional pesawat.
“Memang tidak mudah, karena kan terbang kemudian di laut jatuh. Jadi perlu investigasi mulai dari awal sampai ke saksi-saksi, dari KRI yang melihat, jadi supaya semuanya tuntas, hasilnya tuntas dan bisa menjadi evaluasi kita ke depan dalam operasional pesawat khususnya Bonanza,” ujar Yudo.
Sebelumnya, telah terjadi kecelakaan jatuhnya milik Pesawat Udara (Pesud) jenis G-36 Bonanza T-2503 milik TNI AL di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) pada Rabu (7/9) pukul 09.00 WIB.
Diketahui, kecelakaan pesat tersebut terjadi pada saat Konvoi Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang tengah melaksanakan latihan Anti Serangan Udara (Air Defense Exercise).
Dari peristiwa nahas tersebut, dua awak pesawat yakni Pilot Lettu (P) Judistira Eka Permady, dan Copilot Letda (P) Dendy Kresna meninggal dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
