
Stadion Kanjuruhan di Kab.Malang, Jawa Timur
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Malang
Presiden Joko Widodo mengunjungi Stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur untuk melihat kondisi kandang dari Arema Malang FC, pasca tragedi yang menewaskan 125 orang.
Di sini, Kepala Negara mengecek stadion untuk mencari gambaran tragedi yang terjadi usai pertandingan Liga 1 2022/2023 bertajuk "Derby Jatim" antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) lalu.
Setelah melihat kondisi Stadion Kanjuruhan, Jokowi meminta agar pemerintah melakukan audit terhadap semua stadion sepak bola yang digunakan untuk Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3. Ia meminta adanya perbaikan agar penonton dapat menyaksikan pertandingan dengan nyaman dan selamat.
Baca Juga: Tiba di Malang, Jokowi Jenguk Korban Tragedi Kanjuruhan di RS Dr. Saiful Anwar
"Saya memerintahkan untuk audit terhadap seluruh stadion yang dipakai dalam Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3. Tentu diperbaiki, baik dari pintu gerbang, posisi duduk, pagar, dan lain-lain. Sehingga, keselamatan penonton ingin diutama," kata Jokowi di Stadion Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).
Berdasarkan gambaran yang didapat, Presiden melihat sekilas masalah yang terjadi saat tragedi berlangsung adalah pintu yang terkunci dan tangga terlalu tajam. Ditambah kepanikan penonton saat gas air mata ditembak ke arah tribun.
Untuk audit stadion ini, Jokowi pun meminta paling lama satu bulan. Sama seperti masa kerja Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan yang dipimpin oleh Menko Polhukam Mahfud MD.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD: Presiden Minta TGIPF Ungkap Tuntas Kurang dari Sebulan
Kemudian, Kepala Negara juga menyampaikan dirinya telah menjalin komunikasi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino. Menurutnya, FIFA siap membantu untuk memperbaiki manajemen sepak bola di Indonesia.
"Saya kira memang perlu evaluasi total, semuanya, baik manajemen pertandingan, stadion, penonton, waktu, pengamanan, semuanya harus dievaluasi. Peristiwa yang terjadi di Stadion kanjuruhan ini tidak terjadi lagi," ujar Jokowi.
Editor: Redaktur TVRINews
