
Admin Twitter KAI Commuter Dikenai Sanksi karena Tak Bijak Balas Aduan Pelecehan Seksual
Reporter: Riana Rizkia
TVRINEWS, Jakarta
Pelecehan seksual yang terjadi di kereta api Commuter pada Jumat (4/6/2021) membuat admin akun Twitter resmi Kereta Api Indonesia Commuter dikenai sanksi.
Pasalnya, seorang perempuan dengan nama Twitter @ZhaRala mengadukan pelecehan seksual yang dialami temannya saat menggunakan kereta api Commuter dari Jakarta menuju Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, melalui Twitter. Kemudian admin akun centang biru (@CommuterLine) tersebut, bukannya memberikan solusi namun malah menanggapi pelecehan yang terjadi dengan ngotot.
Admin KAI Commuter beranggapan bahwa perempuan tersebut tidak bisa mengadukan hal itu kepada pihak KAI Commuter karena pelecehan tidak dialami langsung oleh pengadu, tapi terjadi pada temannya. "BTW kejadiannya dialami sama temen Mba kan.?? bukan sama mbak nya?? Kenapa gak langsung Lapor Polisi aja Mbanya? dan kalo lapor polisi si mba nya pun harus ada bukti," tulis akun resmi KAI Commuter menanggapi keluhan @ZhaRala yang dikutip pada Minggu (6/6/2021).
Atas tanggapannya tersebut, admin KAI Commuter dikenai sanksi. Tanggapan atas keluhan pelecehan seksual itu lantas dihapus, digantikan dengan permohonan maaf. "Kami mohon maaf atas kekeliruan Agent dalam merespons kritik dan saran yang disampaikan selanjutnya petugas akan diberikan pembinaan. Hal tersebut tidak kami benarkan dan tidak mencerminkan layanan KRL Commuter Line secara keseluruhan," tulis KAI Commuter lewat akun Twitter resminya.
Melalui keterangan pers tertulis, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menjelaskan, KAI Commuter telah mencabutan akses Twitter admin atau pekerja yang mengoperasikan akun Twitter KAI Commuter tersebut.
KAI Commuter kemudian mendapat laporan lanjutan dari rekan korban melalui Twitter, yang menyatakan keluhan dari korban atas penanganan kejadian tersebut. "Akan ada proses lebih lanjut dan sanksi kepada yang bersangkutan," kata Anne Purba.
Editor: Eggi Paksha
Editor: Admin
