
Pertemuan 1st G20 Joint Finance and Health Ministers’ Meeting (JFHMM) di Yogyakart
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Yogyakarta
Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan mengadakan 1st G20 Joint Finance and Health Ministers’ Meeting (JFHMM). Pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Yogyakarta, Selasa (21/6) malam.
Para Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan peserta G20 menyambut baik perkembangan yang telah dicapai dalam pembentukan Dana Perantara Keuangan (FIF) yang ditempatkan di Bank Dunia selaku Wali Amanat.
Pembentukan Financial Intermediary Fund (FIF) disiapkan untuk Kesiapsiagaan, Pencegahan, dan Penanggulangan Pandemi (PPR) serta mengembangkan rencana koordinasi antara Keuangan dan Kesehatan untuk kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanggulangan pandemi (PPR), secara global.
Baca Juga: Jokowi Dijadwalkan Bertemu Presiden Putin Akhir Bulan Ini
Sri Mulyani menyatakan komitmen kontribusi hampir USD 1,1 miliar telah diamankan untuk FIF guna pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Angka tersebut sudah termasuk kontribusi sebesar USD 50 juta dari Indonesia.
“Yang paling penting adalah inklusivitas sehingga upaya kita dapat digabungkan, antara Kementerian Keuangan dan Kesehatan, serta antara negara maju dan berkembang. Hanya dengan begitu, kita dapat secara efektif siap untuk mengatasi pandemi global berikutnya bersama-sama,” kata Sri, Rabu (22/6/2022).
Mengenai masalah pengaturan koordinasi antara Keuangan dan Kesehatan PPR yang lebih luas, para Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan G20 umumnya sepakat perlunya peningkatan koordinasi antara Keuangan dan Kesehatan agar lebih siap menghadapi pandemi di masa depan.
Baca Juga: Bertemu Menhan Jepang, Prabowo Ungkap Keinginan Kerja Sama Teknologi Militer
Senada dengan Menkeu, Menkes Budi menyebutkan sejak dibentuk, Gugus Tugas Gabungan Keuangan-Kesehatan G20 telah membuat kemajuan dalam menjalankan mandatnya mengenai hal-hal yang disebutkan sebelumnya dan mendorong aksi kolektif untuk menanggapi pandemi dan berkontribusi menuju Arsitektur Kesehatan Global yang lebih kuat.
“Pandemi ini telah menyadarkan kita akan pentingnya kesehatan dan ekonomi, dan saling ketergantungan antara keduanya. Ini menandai kemajuan penting dari sinergi yang lebih kuat antara sektor keuangan dan kesehatan, untuk mencegah, mempersiapkan, dan menanggapi pandemi di masa depan. Mari kita lanjutkan kemitraan penting ini untuk menciptakan kesehatan dan kemakmuran bagi semua,” ujar Budi.
Editor: Redaktur TVRINews
