TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong pemanfaatan teknologi dan hasil riset perguruan tinggi untuk memperkuat pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.
Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara komprehensif mulai dari pengelolaan lahan gambut, prediksi dan deteksi dini, hingga aksi pemadaman. Hal itu disampaikan Fauzan kepada awak media di Graha Diktisaintek, Jakarta, Senin, 2 November 2026.
Pemerintah menghidupkan kembali basis data dan peta gambut serta mendorong peneliti melakukan survei di provinsi terdampak guna memahami kondisi lahan dan perubahan muka air tanah akibat El Niño, sekaligus mengembangkan teknologi budidaya yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Kemdiktisaintek juga mengembangkan riset prediksi potensi kebakaran berbasis sistem deteksi dini yang memadukan pemantauan lapangan (temperatur dan kelembapan) dengan data satelit serta teknologi pesawat tanpa awak (UAV).













