
Spesies ikan hiu berjalan (Hemiscyllium spp)
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Spesies ikan hiu berjalan (Hemiscyllium spp) atau disebut walking shark dalam bahasa Inggris telah masuk Daftar Merah (Red List) Dewan Konservasi Alam Internasional (IUCN) karena potensi kerentanan dan kelangkaannya.
Spesies hiu unik ini tidak sebanyak spesies hiu lain yang ada di perairan dunia. Dari sembilan jenis yang berhasil diidentifikasi saat ini, hampir seluruhnya ada di habitat air laut tropis.
“Ikan ini memiliki potensi yang tinggi dari sisi pariwisata, yaitu sebagai salah satu jenis ikan yang memiliki daya tarik bagi para penyelam. Untuk dua spesies ikan hiu berjalan masuk kategori Hampir Terancam (Near Threatened/NT), tiga spesies dikategorikan Rentan (Vulnerable/VU). Kemudian satu spesies masuk kategori Sedikit Perhatian (Least Concern),” kata Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (KKHL) Ditjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Muh. Firdaus Agung Kunto Kurniawan.
Baca Juga: Kompetisi Kendaraan Hemat Energi Digelar di Sirkuit Mandalika
Peneliti Pusat Riset Oseanografi Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Fahmi mengatakan spesies ini dinamakan hiu berjalan karena pergerakannya di dasar air seperti sedang berjalan, bukan berenang sebagaimana jenis ikan pada umumnya.
Hal ini disebabkan sifat biologi kelompok ikan tersebut yang cenderung menetap di dasar perairan dan lebih menggunakan otot sirip dadanya/pektoral untuk melakukan pergerakan.
Menurut, Senior Ocean Program Lead Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YKCI), Victor Nikijuluw, keterbatasan penelitian dan kajian tentang hiu berjalan di Indonesia menjadi salah satu hambatan dalam penetapan status perlindungan hiu berjalan ini.
Baca Juga: Teddy Minahasa Diduga Terjerat Narkoba, Ketua IPW: Saya Dukung, Berantas Jangan Pandang Bulu
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2020 mencatat, laut Indonesia memiliki koleksi lebih dari 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies terumbu karang.
Beberapa spesies ikan, di antaranya, masuk dalam kategori terancam populasinya karena penangkapan besar-besaran, baik untuk dikonsumsi atau dijadikan komoditas ikan hias.
Editor: Redaktur TVRINews
