Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Doha
Perhelatan Piala Dunia kembali memiliki cerita tersendiri. Kini, giliran Jerman yang terlibat didalamnya. Pasukan Die Mannschaft tampak menutupi mulut mereka dengan tangan mereka saat foto tim.
Kejadian ini berlangsung menjelang pertandingan pertamanya melawan Jepang yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Rabu (23/11/2022) lalu. Kala itu, Manuel Neuer dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan The Samurai Blue dengan skor 1-2.
Aksi tutup mulut ini merupakan bagian dari protes atas ancaman sanksi FIFA terkait dengan ban kapten bertuliskan "One Love". Sebelumnya, FIFA mengancam tujuh tim Eropa dengan sanksi jika mengenakan ban kapten "One Love" yang melambangkan keragaman dan toleransi.
Baca Juga: Kejutan Piala Dunia Berlanjut, Jepang Kalahkan Jerman
Hal tersebut diperparah dengan kehadiran Menteri Dalam Negeri Jerman Nancy Faeser yang duduk di sebelah Presiden FIFA Gianni Infantino mengenakan ban kapten tersebut. Ia juga mengkritik FIFA dengan mengatakan ancaman sanksi seharusnya berkaitan dengan kesalahan dan perilaku yang tidak dapat diterima.
"Ini tidak baik, bagaimana federasi berada di bawah tekanan. Di zaman sekarang, tidak dapat dipahami bahwa FIFA tidak ingin orang-orang secara terbuka mendukung toleransi dan melawan diskriminasi. Itu tidak sesuai dengan zaman kita dan tidak pantas untuk orang-orang," kata Faeser yang dilansir dari Reuters, Kamis (24/11).
Baca Juga: Takluk Atas Arab Saudi, Argentina: Kami Kalah Karena Kesalahan Sendiri
Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengatakan bahwa pihaknya ingin menggunakan ban kapten "One Love" untuk mempertahankan nilai-nilai yang dipegang di Jerman, yakni keragaman dan saling menghormati.
“Ini bukan tentang membuat pernyataan politik – hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tetapi tetap tidak demikian. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami. Menyangkal ban kapten adalah sama seperti menolak suara kami. Kami berdiri di posisi kami," ujar DFB.
Editor: Redaktur TVRINews
