
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa,
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, merasa geram atas perbuatan para prajuritnya yang terlihat terlibat dalam kerusuhan di tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Hingga kini, pihak TNI tengah lakukan penyelidikan guna melakukan proses hukum kepada prajurit yang melanggar.
Baca Juga: Besok, Jenderal Andika Akan Umumkan Kasus Prajurit TNI yang 'Kungfu' di Tragedi Kanjuruhan
Dalam kesempatan tersebut, Andika menilai perbuatan prajurit TNI yang berada di Stadion Kanjuruhan bukan lagi sebuah pelanggaran disiplin yang diselesaikan melalui internal TNI. Tetapi, perbuatan tersebut telah dianggap sebagai mengarah ke pidana.
"Memang yang viral itu, itu kan sangat jelas tindakan di luar kewenangan. Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin, tetapi pidana," kata Andika di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/10/2022).
Lebih lanjut Andika menilai, terlihat dari video yang telah beredar. Nampak perbuatan para anggota TNI sudah di luar batas. Akibatnya, kini pihak TNI tengah mengumpulkan bukti video lainnya untuk menelusuri semua anggota yang terkibat.
"Tidak boleh terjadi lagi dan bukan tugas mereka untuk melakukan yang terlihat di video itu," tegas Andika.
Namun, hingga kini Andika belum bisa pastikan berapa jumlah prajurit yang telah lakukan pelanggaran.
Sebelumnya, kerusuhan pecah usai laga Arema Malang melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (2/10). Pertandingan itu berakhir dengan skor akhir 2-3 untuk kemenangan Persebaya dan menjadi kekalahan kandang pertama Arema dari klub Surabaya itu dalam 23 tahun terakhir.
Editor: Redaktur TVRINews
