Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pencarian hilangnya anak pertama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz masih berlanjut. Eril sapaan akrabnya dikabarkan hilang saat sedang berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis (26/5) waktu setempat.
Juru bicara keluarga Ridwan Kamil Elpi Nazmuzaman menyampaikan update terbaru terkait pencarian dari Eril. Sudah sejak Jumat (27/5) waktu setempat, Kang Emil bersama keluarga termasuk sang istri Atalia Praratya berkoordinasi mencari anaknya.
Baca Juga: Dubes RI untuk Swiss : Suhu Air 16°C saat Anak Ridwan Kamil Hilang
“Ini adalah hari keempat accident Eril dinyatakan hanyut dari Sungai Aare, Kota Bern. Ini adalah hari ketiga, sejak Jumat kang Emil bersama keluarga untuk melakukan pencarian bersama-sama dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat,” kata Epi dalam video yang diunggah melalui akun sosial media Pemerintah Provinsi Jawa Barat, @westjavagov_, Minggu (29/5/2022).
Epi menyatakan bahwa keluarga besar kang Emil menjalani pencarian ini dengan tabah dan ikhlas. Ia juga mengatakan dalam pencarian sang anak, mereka menerima apa yang sudah menjadi takdir Yang Maha Kuasa.
“Berdasarkan pemantauan famili kami yang ada di sana, alhamdulilah kang Emil sama teh Atalia sebagai keluarga terlihat tabah, ikhlas menjalani ini tanpa kehilangan arah ikhtiar yang optimal selalu disertai dengan tawakal dan keikhlasan apapun yang Allah takdirkan,” ujar Epi.
Sementara, pada pencarian dihari keempat terpantau sejak hari ketiga, otoritas pemerintah Swiss melakukan berbagai upaya dan metode pencarian, di antaranya mengeluarkan atau memanfaatkan boat atau perahu hilir mudik di sungai untuk melihat sesuatu yang mungkin ditemukan di permukaan tiga meter.
Dijelaskan oleh Epi, pencarian Ini dilakukan dengan satu boat, ada tiga personil, dua personil melakukan pencarian secara visual dengan alat yang bisa meneropong benda di bawah permukaan air.
Baca Juga: Anak Ridwan Kamil Belum Ditemukan, Tim SAR: Pencarian Eril Prioritas Kami
Kemudian, pencarian ini juga didukung oleh drone yang terbang relatif rendah untuk mendeteksi benda-benda atau massa di bawah permukaan air. Serta, diterjunkan juga sejumlah divers (penyelam) untuk mendeteksi sesuatu di bawah permukaan air di dekat pintu air.
“Sejauh ini upaya yang dilakukan kami pandang profesional, terukur, namun kami belum menemukan informasi yang sesuai kami harapkan apapun itu. Kami iklhaskan karena apapun yang Allah tetapkan Allah memiliki rencana,” tutur Epi.
Editor: Redaktur TVRINews
