Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Cianjur
Warga Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat turut terdampak gempa magnitudo 5,6. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa warga setempat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.
Pelayanan kesehatan warga terdampak, baik yang tersebar maupun di pos pengungsian termasuk dalam prioritas penanganan selama masa tanggap darurat. Pos komando menetapkan prioritas penanganan juga pada pencarian korban hilang dan evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.
Baca Juga: Pasca Gempa Cianjur, Polri Kerahkan Tim Khusus untuk Deteksi Wilayah yang Masih Terisolir
Salah satu warga terdampak yang rumahnya rusak berat, Iis menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada para penyintas berlangsung dengan baik. Setiap pagi petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kepada para pengungsi
“Pelayanan sangat sigap dan cepat, contohnya saat ini ada dua orang lanjut usia (perempuan dan laki-laki) sedang mengalami sakit, kami melapor dan petugas kesehatan secara tanggap langsung ke sini dan melakukan perawatan secara berkala,” kata Iis, Minggu (27/11/2022).
Diketahui, kedua orang lanjut usia (lansia) tersebut mengalami sakit sejak sebelum bencana gempa bumi terjadi. Kemudian, Iis mengatakan kebutuhan dasar kepada para pengungsi cukup terpenuhi.
Baca Juga: Demi Ikut Piala Dunia, Prabowo Akan Bawa Atlet Sepak Bola Indonesia ke Akademi Terbaik
“Di sini selain ada tenda pengungsi, kami juga dibantu ada tempat ibadah darurat dan dapur umum. Saat ini kami juga secara gorong royong membangun gudang untuk menampung bantuan logistik yang diberikan sehingga dapat terinventaris dengan baik,” ujar Iis.
Kebutuhan air bersih untuk para penyintas juga telah terakomodasi dengan baik. Sebanyak dua toren dengan masing-masing muatan mencapai 530 liter per hari disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan aktivitas warga terdampak. Selanjutnya, Iis mengatakan bahwa terdapat 100 orang yang menempati tenda pengungsian tersebut.
“Terdapat kurang lebih 100 orang disini, termasuk diantaranya 30 anak-anak, disini dominan pengungsi perempuan,” ucap Iis.
Iis menyebutkan kebutuhan dasar bagi khususnya anak-anak dan perempuan telah diberikan secara berkala setiap hari, namun karena saat ini sering kali wilayah terdampak diguyur hujan, kebutuhan kasur, matras dan selimut sangat dibutuhkan.
“Cuacanya dingin, apalagi bagi anak-anak, kami masih membutuhkan kasur, matras dan selimut sehingga ketika hujan turun, anak-anak tidak kedinginan saat tidur di tenda. Kebutuhan bagi orang dewasa cukup terpenuhi, memang yang lebih penting saat ini bagi kami kebutuhan anak-anak, karena makanan, minuman dan barang untuk anak-anak lebih beragam,” tutur Iis.
Gotong royong antar penyintas juga dilakukan sehingga kebutuhan dari masing-masing pos pengungsian dapat terpenuhi secara merata. Akses jalan yang cukup sempit dan mobilisasi tinggi dalam penanganan pascagempa membuat distribusi bantuan logistik menjadi kendala dalam menjangkau wilayah Kecamatan Cugenang.
Tim gabungan juga masih melakukan mobilisasi menggunakan sepeda motor trail untuk menyalurkan bantuan logistik ke Cugenang, termasuk Kampung Pasir Angin yang masih belum tersalurkan bantuan secara maksimal.
Editor: Redaktur TVRINews
