Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Polda Kaltim Ungkap Penimbunan Ratusan Liter Solar Bersubsidi

Penulis: Andrie Apeianto

TVRINews, Balikpapan

Ditengah sulitnya para sopir dan nelayan untuk mendapatkan solar bersubsidi, rupanya ada saja oknum masyarakat yang nekat mencari keuntungan dengan cara-cara yang melanggar.

Terbaru, Polda Kaltim dan Polresta Balikpapan mengungkap pelaku penimbunan BBM jenis solar bersubsidi. Dari hasil penyelidikan, kuat dugaan solar bersubsidi itu dijual ke pelaku industri. 

"Dua kasus dugaan penggelapan solar bersubsidi yang terjadi di wilayah hukum Polresta Balikpapan dan Polres Kabupaten Penajam Paser Utara berhasil kita ungkap," ujar Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutedjo didampingi Dirkrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono dan Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol V Thirdy Hadmiarso, Kamis (31/3/2022). 

Kabid Humas Polda Kaltim menjelaskan, kasus ini pertama kali terungkap Rabu (30/3), dimana penyidik Ditreskrimsus Polresta Balikpapan mengungkap sebuah truk dengan nomor polisi L 9608 UT yang dikemudikan 'C' sedang mengisi bahan bakar jenis solar bersubsidi. 

Baca Juga: Pemkot Padang Terapkan Aturan Kendaraan Besar Isi BBM Mulai Pukul 21.00 WIB

Saat truk roda 6 ini bergerak, penyidik langsung menghentikannya di Jalan Soekarno Hatta Km 9,5 Balikpapan Utara. 

"Saat ditanya pelaku menyatakan membeli solar subsidi seharga Rp 5.150 perliter dan membeli solar sebanyak Rp1 Juta, sehingga total solar subsidi yang didapat sebanyak 400 liter. Kegiatan ini dilakukan pelaku selama 3 bulan terakhir," jelasnya. 

Lebih lanjut, Yusuf menyebutkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap truk yang digunakan, ternyata truk itu memiliki dua tangki untuk menampung solar subsidi tersebut. 

“Dua tangki ini tidak terhubung dengan mesin truk, jadi dua tangki ini memang sengaja dibuat untuk menampung solar subsidi," ucapnya. 

Yusuf menegaskan, dari keterangan pelaku, solar subsidi ini akan dibawa ke penampungan yang ada di Km 13 Balikpapan Utara untuk kemudian dijual ke pelaku industri. 

Sebelumnya, Jumat (4/3) Polda Kaltim berhasil mengungkapkan kasus penyelewengan distribusi BBM jenis solar subsidi dari Pertamina yang dikhususkan bagi nelayan. Namun disalahgunakan oleh pengelolaannya atas nama 'A' dan 'F' warga Kabupaten PPU serta 'S' warga Kabupaten Palu. 

"Jadi setiap pengiriman sebanyak 10.000 ribu liter, kemudian sebanyak 3.000 liter disimpan untuk kemudian dijual ke pelaku industri," ujarnya Yusuf Sutejo. 

Pelaku ditangkap, saat menjual BBM solar subsidi di Km 13 RT 8 Kecamatan Lawe Lawe, Kecamatan Penajaman, Kabupaten PPU dengan harga Rp 7.200 perliternya. Aktivitas ini sudah dilakukan pelaku sejak tahun 2019 lalu. 

Para tersangka diancam hukuman diancam 5 tahun penjara karena melanggar Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2021 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana diubah dalam Pasal 40 UU RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 480 KUHP.

Baca Juga: Tali Jembatan Putus, 19 Siswa Tercebur ke Sungai


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.