Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa meresmikan lima pangkalan Sungai Ciliwung dan mengadakan Tarhib Ramadan di lima pangkalan Sungai Ciliwung, Kamis (31/3).
Direktur Dakwah, Budaya, dan Pelayanan Masyarakat Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen DMC Dompet Dhuafa untuk meningkatkan literasi peduli lingkungan dan upaya pengurangan risiko bencana.
"Kita perlu mencetak generasi-generasi baru untuk menjaga alam. Kita bisa belajar seperti air yakni hidup dengan memberi manfaat," kata Ahmad Shonhaji kepada wartawan, Kamis (31/3/2022).
Baca Juga: Tali Jembatan Putus, 19 Siswa Tercebur ke Sungai
Adapun program intervensi yang dilakukan DMC Dompet Dhuafa, yakni membantu pembangunan Trab Terasering, Dermaga Pangkalan serta sarana sanitasi MCK di Saung Bambon Riverside (Srengseng Sawah), KPC Kedung Sahong (Lenteng Agung), Ciwilung Muara Bersama - CMB (Tanjung Barat), Padepokan Ciliwung Condet - PCC (Balekambang), dan Kometa (Balekambang).
"Kata sungai dalam Al-Qur'an ada tiga klaster terbesar penggunaan. Pertama terkait dengan surga. Ada ayat yang menjelaskan surga dengan kalimat sungai yang mengalir di bawahnya. Kedua tentang keagungan ciptaan Allah, bagaimana sungai itu tercipta. Ketiga tentang bahaya air hujan yang berlimpah dalam sungai,” kata Haryo Mojopahit selaku Chief Executive DMC Dompet Dhuafa.
"Poin ketiga menekankan kepada kita bahwasanya kalau tidak menjaga hujan dan kelestarian sungai dikhawatirkan akan membinasakan kita, seperti banjir dan longsor," lanjut Haryo.
Menurut peta interpretasi penggunaan DAS tahun 2001 dalam penelitian Kuswadi (2002), kawasan hutan di sub-DAS Ciliwung Hulu mengalami penurunan 16,62 persen, untuk periode 1999-2001.
Penurunan tersebut diikuti oleh peningkatan alih guna lahan untuk pemukiman, perkebunan, dan pertanian dataran tinggi. Berkurangnya daerah resapan air akibat penebangan hutan dan konversi lahan mengakibatkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah, namun mengalir deras di batang sungai Ciliwung, dari hulu ke hilir.
DAS Ciliwung di daerah hulu tidak terlalu lebar, jika ditambah dengan adanya penyempitan akibat pembangunan. Pada musim penghujan kondisi tersebut dapat menyebabkan air meluap ke wilayah sekitar yang menyebabkan banjir dan longsor di daerah hulu.
Hal sebaliknya juga akan terjadi pada musim kemarau, air yang tidak terserap dan tersimpan di dalam tanah akan menyebabkan turunnya debit air kali yang berdampak pada kegagalan panen dan juga kesulitan warga akan air bersih.
Atas latarbelakang tersebut Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menghadirkan “Program Pemberdayaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Berbasis Pengelolaan DAS Pada Kali Ciliwung”. Kegiatan ini berpusat pada kelompok masyarakat yang bermukim di sekitar DAS kali Ciliwung yang akan dijadikan sebagai pilot project.
Baca Juga: Polda Kaltim Ungkap Penimbunan Ratusan Liter Solar Bersubsidi
Editor: Redaktur TVRINews
