
Bharada Richard Eliezer
Penulis: Ridha Gemelli Sitompul
TVRINews, Jakarta
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kembali menggelar sidang kasus pembunuhan Brigadir J, dengan terdakwa Bharada E, Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf, pada Senin (5/12) hari ini.
Ronny Talapessy, pengacara dari Richard Eliezer mengatakan pihaknya bakal menggali Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal terkait keterangan nya yang berubah soal sarung tangan yang dipakai Ferdy Sambo.
“Saya akan sampaikan dikit, kemarin kan minggu lalu kita sudah sampaikan, bahwa kita akan menanyakan terkait sarung tangan. Karena kami melihat bahwa ada perubahan berita acara pemeriksaan (BAP) dari saudara Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf bersamaan ditanggal 18,” kata Ronny dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).
Baca Juga: Sidang Lanjutan Kasus Brigadir J Hari Ini, Kuat Ma’ruf Jadi Saksi Bharada E dan Bripka Ricky
Ronny menyampaikan, hal itu menjadi kecurigaan pihaknya, yang awalnya Ricky dan Kuat sampaikan bahwa mereka melihat sarung tangan yang dipakai Ferdy Sambo. Tetapi, pada 18 Agustus 2022, keduanya mencabut keterangan dan mengaku tidak melihat sarung tangan.
“Nah ini kita juga membawa sample, kalau ini masker, ini sarung tangan. Jadi ini agak berbeda ya. Sama-sama warna hitam,” ujar Ronny.
“Jadi nanti kita akan sampaikan kepada saksi yang dihadirkan pada Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf. Jadi untuk detailnya, tunggu di persidangan,” tambahnya.
Baca Juga: Respon KPK Terkait Kuasa Hukum Lukas Enembe yang Diduga Bertemu Sejumlah Saksi
Lebih lanjut, kata Ronny, pihaknya juga akan bertanya ke Ricky Rizal terkait niatnya yang ingin menabrakkan mobil, seperti yang dikatakan Bharada E pada persidangan sebelumnya. Pasalnya, ada kejanggalan dalam peristiwa yang terjadi di Magelang.
“Iya nanti kita tanyakan, karena sebenarnya begini, pertama kan kalau kejadiannya di Magelang, kenapa saudara Ricky mengambil senjata. Kedua, dia berbicara dengan PC. Ketiga, almarhum Yosua sempat menanyakan senjatanya dimana. Itu Ricky tidak kembalikan,” ucap Ronny.
Kemudian, yang keempat, kenapa almarhum Yosua yang seharusnya satu mobil dengan saudara Putri Candrawathi tetapi dipisah mobilnya.
“Dan kelima, ini semua logika sederhana. Kenapa bukan almarhum Yosua yang menyetir mobil, tetapi dia duduk disebelah kiri,” tutur Ronny.
Editor: Redaktur TVRINews
